Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konglomerat Hermanto Tanoko Bangun Vasa Ubud, Investasi Rp1 Triliun di Gianyar

Sabtu, 18 Juli 2026, 13:01 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Konglomerat Hermanto Tanoko Bangun Vasa Ubud, Investasi Rp1 Triliun di Gianyar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Konglomerat asal Surabaya, Hermanto Tanoko, memperluas investasi di sektor pariwisata Bali dengan membangun Vasa Ubud Resort di Banjar Selasih, Desa Adat Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Melalui PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), proyek resort mewah seluas 7,39 hektare itu digarap dengan nilai investasi mencapai Rp1 triliun. Groundbreaking proyek dilakukan pada Jumat (17/7/2026). Resort tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada awal 2029.

Hermanto Tanoko selaku Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk menunjuk CEO Vasa, Devina Konatra, untuk mengelola Vasa Ubud yang akan memiliki 41 unit private luxury villas dan 128 kamar hotel.

Resort ini mengusung konsep sanctuary yang mengadopsi kosmologi Hindu Bali melalui konsep Kaja-Kelod, filosofi embun, serta lanskap terasering subak. Lokasinya memanfaatkan panorama tebing eksotis Sungai Ayung dengan kontur lahan yang memiliki kemiringan hingga 120 meter.

Sebagai brand lokal yang ingin bersaing di pasar global, Tanrise Group menggandeng arsitek Budiman Hendro Purnomo dari Duta Cermat Mandiri (DCM), yang sebelumnya dikenal sebagai perancang Apurva Kempinski Resort di Nusa Dua, Badung.

"Waktu beliau mempresentasikan desain Vasa Ubud, saya langsung jatuh hati tanpa syarat karena beliau mampu menyulap tantangan kontur tanah setinggi 120 meter hingga ke Sungai Ayung menjadi mahakarya yang fantastis," kata Hermanto saat groundbreaking Vasa Ubud Resort, Jumat (17/07/2026).

Hermanto mengatakan Vasa Ubud akan membidik pasar wisatawan premium dari Eropa, Australia, dan Asia. Komposisi tamu diproyeksikan sekitar 70 persen wisatawan mancanegara dan 30 persen wisatawan domestik.

Menurutnya, meskipun persaingan industri akomodasi di Bali sangat ketat, peluang pasar masih terbuka lebar karena banyak wisatawan masih memilih hotel berbintang yang dikelola jaringan internasional.

"Maka itu, sebagai brand lokal, kami harus membuat proyek yang prestisius," katanya.

CEO Vasa, Devina Konatra, menegaskan proyek tersebut menjadi bukti bahwa operator hotel lokal mampu menghadirkan layanan dan pengalaman yang setara dengan jaringan hotel internasional. Selain itu, pembangunan resort juga diproyeksikan membuka ratusan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali.

"Kami ingin menciptakan sebuah destinasi yang menyatu dengan keindahan alam dan budaya Ubud, memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap tamu, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Indonesia," ungkap Devina.

Sementara itu, Direktur RISE Herman Heryadi Bunjamin menjelaskan desain konstruksi bangunan telah memperhitungkan kondisi kontur lahan yang disebut berada di kawasan patahan gempa. Menurutnya, seluruh aspek struktur telah dirancang sesuai standar keselamatan terbaru.

"Seluruh perhitungan struktur telah disesuaikan agar aman," sebutnya.

Perusahaan menargetkan pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) dalam kurun waktu sekitar tujuh hingga delapan tahun, seiring peningkatan tingkat okupansi setelah resort mulai beroperasi.

Dalam prosesi peletakan batu pertama tersebut turut hadir jajaran direksi Vasa dan manajemen RISE bersama konsorsium profesional yang terlibat dalam pembangunan proyek, di antaranya PT China Construction Yangtze River Indonesia sebagai kontraktor utama, Duta Cermat Mandiri sebagai konsultan arsitektur dan lanskap, Hadiprana sebagai konsultan interior dan pencahayaan, Benjamin Gideon & Associates sebagai konsultan struktur, Makesthi Enggal Engineering sebagai konsultan MEP, serta Rekagriya sebagai quantity surveyor.

Profil Singkat Tanrise

Tanrise atau PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk dengan nama di Bursa Efek Indonesia (BEI) RISE merupakan perusahaan pengembang properti nasional yang berdiri pada 2003 dan berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini merupakan bagian dari ekosistem bisnis TANCORP Group yang didirikan oleh Hermanto Tanoko. 

Tanrise fokus pada pengembangan, pengelolaan, dan investasi properti komersial, residensial, perhotelan, serta kawasan industri di berbagai kota di Indonesia. Saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 9 Juli 2018 dengan kode emiten RISE.

Unit-unit Bisnis Tanrise:

- Pergudangan & Kawasan Industri: Tritan Point Warehouse, Tritan Hub.
- Hunian Residensial: Grand Sunrise, Taman Dayu.
- Apartemen & Kondominium: ARC100, Kyo Society.
- Perkantoran: Voza Premium Office.
- Perhotelan & Hospitality: Vasa Hotel Surabaya, Solaris Hotel (Malang dan Bali), Cleo Business Hotel.
- Proyek Mixed-use & Pengembangan Properti: Berbagai proyek komersial dan properti terpadu di sejumlah kota besar Indonesia

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami