Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Perajin Bata Merah di Negara Tetap Pertahankan Nilai Tradisi Lokal
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Salah satu perajin bata merah di Banjar Anyar, Desa Tegalbadeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, I Putu Budi Ardana (39) tetap mempertahankan nilai tradisi lokal dalam pengolahan dan pengerjaan bata merah.
Berbagai pengalaman suka duka ia geluti sejak mulai usaha pada 30 tahun lalu. I Putu Budi Ardana menjelaskan, untuk bahan dasar pembuatan bata merah (citak) dibeli dan di datangkan di daerah Manistutu, Peh, dan Tukadaya.
Ia menjelaskan untuk proses pembuatannya dibutuhkan tanah yang kurang produktif dengan lahan yang agak membukit. Kemudian sekam didapatkan dari pabrik pengolahan beras dan ditambah juga serbuk gergaji, sehingga juga memanfaatkan limbah yang terbuang.
"Pengolahan tanah dilakukan dalam waktu 24 jam yaitu, hingga adonan benar-benar baik dan terjamin. Setelah itu dilakukan pencetakan dengan menggunakan alat cetak yang terbuat dari kayu. Lalu ditunggu proses selama 4 hari. Proses bata merah mentah yang terbentuk tapi masih basah," ungkapnya.
Setelah itu, lalu dilakukan penjemuran dengan menatanya secara rapi, tanpa terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini dilakukan selama 7 hari dan itu tergantung pula cuaca.
"Dan proses akhir adalah memasukan bata yang kering untuk dilakukan proses pembakaran, hal ini dilakukan selama 24 jam dengan menggunakan kayu bakar. Untuk bahan kayu bakar juga dibeli dengan kayu bakar sisa hasil industri kayu," paparnya.
Ardana juga bertutur saat pandemi Covid-19 penjualan produk bata merahnya mengalami penurunan drastis turun. Ia mengaku tak banyak yang bisa dilakukan, tapi ia berupaya mempertahankan usaha agar tetap berjalan dengan pesanan lokal.
"Kami berharap mitra usaha perajin ini bisa berkobalaborasi dengan program pemerintah agar tujuan pembangunan merata dan tepat sasaran. Karena produksi bata merah Desa Tegalabadeng Barat memang terkenal dan melegenda," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1029 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 286 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun