Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perumda Tirta Hita Buleleng Ditarget Setor PAD Rp12 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026, 17:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Perumda Tirta Hita Buleleng Ditarget Setor PAD Rp12 Miliar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Direksi Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng mendapat target meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp12 miliar pada akhir masa jabatan 2031.

Target tersebut disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai melantik Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana dan Direktur Teknik I Nyoman Suwirta untuk masa jabatan 2026-2031, Jumat (14/8).

Sutjidra mengatakan target kontribusi PAD akan dinaikkan sekitar 10 persen setiap tahun. Target tersebut disusun dengan mempertimbangkan potensi perusahaan serta kinerja Perumda Tirta Hita Buleleng selama ini.

"Kita naikkan targetnya. Pokoknya saya tingkatkan 10 persen setiap tahun, sesuai dengan bunga bank. Kita realistis melalui potensi-potensi yang ada dan jaringan yang kita miliki," ujar Sutjidra.

Menurut Sutjidra, Perumda Tirta Hita Buleleng masih memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja. Hal tersebut terlihat dari sejumlah penghargaan dan capaian perusahaan, termasuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih secara berturut-turut serta penghargaan di tingkat nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng I Made Lestariana mengatakan target tersebut menjadi tantangan bagi jajaran direksi baru.

Dalam rencana bisnis, kontribusi Perumda Tirta Hita Buleleng terhadap PAD tahun ini berada di kisaran Rp9 miliar. Lestariana memastikan pihaknya akan berupaya memenuhi target yang diberikan Bupati selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

"Tahun ini kita memberikan kontribusi terhadap PAD di angka Rp9 miliar. Kemudian tahun depan, ditingkatkan terus ke jadi Rp 9,5 miliar, selanjutnya naik lagi Rp 10 miliar, Rp 10,5 miliar, Rp 11 miliar, dan diakhir masa jabatan Rp 12 miliar," kata Lestariana.

Peningkatan kontribusi PAD akan ditempuh melalui peningkatan pendapatan dan laba perusahaan sekaligus menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW).

Saat ini tingkat kehilangan air Perumda Tirta Hita Buleleng berada di sekitar 21 persen. Angka tersebut telah turun dari sebelumnya sekitar 23 persen.

Ke depan, tingkat kehilangan air ditargetkan dapat ditekan hingga berada di kisaran 15 hingga 17,5 persen. Penurunan NRW dinilai penting karena semakin banyak air yang dapat ditagihkan kepada pelanggan, semakin besar pula potensi pendapatan perusahaan.

Lestariana menjelaskan kehilangan air terjadi akibat kebocoran fisik jaringan maupun faktor administratif, termasuk air yang tidak tercatat sebagai penjualan. Untuk menekan angka kebocoran, Perumda Tirta Hita Buleleng akan melakukan peremajaan jaringan pipa secara bertahap.

Saat ini Perumda memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi dengan panjang sekitar 1 juta meter. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persen di antaranya membutuhkan peremajaan. Bahkan, masih terdapat pipa peninggalan zaman Belanda yang hingga kini masih digunakan dalam jaringan distribusi air.

"Jadi kalau sudah banyak terjadi kebocoran di jaringan pipa itu, otomatis segera harus dilakukan penggantian atau peremajaan," ujarnya.

Untuk mendukung program peremajaan pipa, Lestariana akan mencari skema pembiayaan kreatif melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau swasta secara business-to-business (B2B).

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang tidak ingin terlalu mengandalkan penyertaan modal daerah di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

"Kami akan gunakan skema creative financing. Kerja sama, tapi tidak mengurangi dari profit yang diterima oleh Perumda," kata dia.

Selain mengejar peningkatan kontribusi PAD hingga Rp12 miliar pada akhir masa jabatan 2031, direksi baru Perumda Tirta Hita Buleleng juga diminta meningkatkan kualitas pelayanan air minum.

Peningkatan pelayanan tersebut mencakup aspek kuantitas, kualitas, kontinuitas serta perluasan cakupan layanan air minum kepada masyarakat Buleleng.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami