Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Bisakah GERD Sembuh Hanya dengan Obat Warung?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kebanyakan orang mungkin akan langsung mengonsumsi obat warung (dijual bebas) sebagai pertolongan pertama juga pereda nyeri pada sakit tertentu, seperti GERD atau asam lambung naik.
Dokter spesialis penyakit dalam Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., mengatakan bahwa obat warung bisa saja menghilangkan rasa nyeri akibat kekambuhan GERD, tapi bukan berarti mengobati sepenuhnya.
"Obat warung itu umumnya (mengandung) antasida. Itu sifatnya hanya menetralkan asam lambung, jadi dia tidak menekan produksinya (asam lambung)," jelas Prof. Ari dalam diskusi virtual, Kamis (10/2/2022).
Akibatnya, apabila efek obat menurun, maka kemungkinan GERD akan kembali kambuh. Prof. Ari menjelaskan bahwa GERD terjadi akibat produksi asam lambung berlebihan hingga keluar dari lambung dan naik ke esofagus atau kerongkongan.
Akibat kadar pH asam lambung yang sangat tinggi, sekitar pH 1 atau 2, menyebabkan sensasi terbakar di rongga dada dan rasa pahit pada mulut. Dan menurut Prof. Ari, obat warung untuk GERD hanya sebatas meredakan gejala yang tidak nyaman tersebut.
"Pertolongan pertama GERD juga bisa minum air gula, itu juga sudah bisa menetralkan, paling tidak dia sudah bisa lebih nyaman. Tapi kalau antasida itu basa, sedangkan asam lambung itu asam, dia kan jadi netral," jelasnya.
Lantaran hanya menetralkan kadar pH asam lambung, obat warung juga tidak bisa mencegah potensi komplikasi GERD. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menjelaskan, komplikasi GERD ditandai dengan penyebaran asam lambung ke berbagai organ, seperti telinga, paru-paru, juga gigi.
Meski begitu, komplikasi biasanya baru terjadi apabila penyakit sudah parah dan berkepanjangan. Bila sudah seperti itu, pasien disarankan untuk berobat ke dokter.
"Tanda GERD sudah parah itu kalau sampai menganggu waktu tidur malam. Karena asam lambung biasanya akan naik pada pukul 1-2 (malam)," ujarnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3790 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1454 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1449 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1395 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1301 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun