Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




PPKM Level 3 di Bali, Begini Penjelasan Wagub Cok Ace

Jumat, 11 Februari 2022, 20:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/PPKM Level 3 di Bali, Begini Penjelasan Wagub Cok Ace.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan menerima wawancara dari media elektronik terkait pelaksanaan PPKM Level 3 di Bali. 

Wawancara tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wagub Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (11/2/2022). Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyebut bahwa pemberlakuan PPKM level 3 di Bali pertama adalah mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri No 9 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. 

Menurutnya dalam Inmendagri tersebut tertuang bahwa Bali masuk ke dalam PPKM level 3. 

“Selain itu, pemberlakuan PPKM level 3 di Bali juga sebagai Langkah pemerintah untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 varian Omicron,” jelasnya.

Saat ini ia mengaku perkembangan kasus aktif di Bali memang mengalami lonjakan, namun ia optimistis berbagai persiapan dilakukan oleh pemerintah bisa mengendalikan penyebaran terbaru dari Covid-19 tersebut. 

“Kita sudah mempunyai 63 RS rujukan Covid-19 dengan 6.000 nakes yang siap melayani pasien Covid-19,” imbuhnya. 

Mengenai rujukan RS juga dikatakannya tergolong masih cukup rendah, yaitu 8%, beda dengan gelombang varian Delta pertengahan tahun lalu yang membuat BOR (Bed Occupancy Rate) RS mencapai 80%. 

“Hal ini dikarenakan varian Omicron memang cepat menyebar namun dengan tingkat kematian yang rendah berbeda dengan Delta. Akan tetapi, kita tetap perlu waspada,” ujarnya seraya mengatakan 87% warga terjangkit Omicron saat ini melakukan Isoman, hanya bergejala ringan melakukan Isoter dan sisanya dirujuk ke RS. 

Salah satu kebijakan dari PPKM level 3 adalah diberhentikannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Ia mengaku hal ini cukup penting dilakukan karena sebagaimana diketahui karakteristik anak-anak yang suka berkerumun dan jarang bisa taat akan prokes. 

“Selain itu, PTM terpaksa ditutup karena masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan vaksin dosis kedua,” tambahnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami