Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Kemenkes Sebut Positivity Rate Kelompok Nakes Hanya 10 Persen
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus virus corona varian Omicron yang melonjak drastis turut memengaruhi dan menginfeksi tenaga kesehatan atau nakes. Namun Kementerian Kesehatan mengatakan, berkat vaksin booster, jumlah infeksi jadi tidak terlalu banyak.
Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, Profesor Abdul Kadir, SpTHT-KL(K), vaksin booster membuat nakes lebih siap melayani masyarakat.
"Nakes ini mereka sudah mendapatkan vaksinasi booster sampai 3 kali, jadi memang mereka itu siap tempur, karena imunitas mereka sudah terjaga," ujar Prof. Kadir dalam konferensi pers Kemenkes, Kamis (10/2/2022) lalu.
Selain itu, klaim yang mengatakan positivity rate atau risiko penularan nakes mencapai 35 persen, juga terjadi karena jumlah nakes yang dites Covid-19 cenderung sedikit.
Tapi kata Prof Kadir, setelah 95 persen nakes di seluruh rumah sakit milik Kemenkes melakukan pemeriksaan tes antigen dan PCR, hasilnya angka positivity rate kurang dari 10 persen.
"Jadi memang ada sih yang kena, tapi positivity rate-nya di bawah 10 persen, itu ada datanya," ungkap Prof Kadir.
Dulu, lanjutnya, gelombang varian Delta membuat banyak nakes berguguran bahkan hingga meninggal dunia. Kini, menurut Prof. Kadir, ia belum mendapat laporan ada dokter, perawat, bidan dan nakes lainnya yang meninggal.
"Meskipun terinfeksi tapi rata-rata gejala mereka itu ringan, dan biasanya tanpa gejala. Kecuali jika mereka ada komorbid (penyakit penyerta)," jelasnya.
Namun untuk memastikan keselamatan nakes, Kemenkes tetap menyerukan kepada seluruh rumah sakit pemerintah dan swasta untuk melakukan skrining untuk semua nakes yang bekerja.
Selanjutnya jika nakes ada yang dinyatakan positif, maka mereka minta pihak rumah sakit perintahkan nakes untuk isoman minimal 5 hari, jika bergejala ringan atau tanpa gejala.
"Bisa dilakukan dengan pemeriksaan rapid test antigen, atau juga pemeriksaan PCR," terang Prof Kadir.
Terakhir ia juga pastikan sudah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes, untuk merekrut relawan yang siap membantu penanganan Covid-19.
"Sekarang ini di review ulang dilakukan registrasi ulang, kemudian dipersiapkan bila mana saat-saat tertentu kita membutuhkan tambahan nakes, sudah siap," tutup Prof Kadir.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6013 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2343 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan