Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Ketersediaan Vitamin D Masih Terjamin saat Kasus Melonjak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kasus Covid-19 varian Omicron masih terus melonjak di Indonesia, masyarakat kembali memperketat pola hidup sehat salah satunya dengan rutin mengonsumsi vitamin D.
Kabar baiknya, menurut penelitian terbaru yang dipublikasi di jurnal PLOS ONE, menunjukan vitamin D sangat berperan penting untuk memulihkan pasien Covid-19 bergejala berat atau kritis.
Itulah sebabnya kini vitamin D dimasukan dalam paket obat dan pedoman tatalaksana penanganan pasien Covid-19, yang dikukuhkan 5 organisasi profesi kedokteran.
Adapun lima organisasi tersebut yakni Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
Pedoman ini baru saja diperbarui pada Januari 2022 lalu. Di dalamnya menjelaskan bahwa vitamin D3 1000 IU hingga 5000 IU digunakan sebagai terapi pasien dengan seluruh tingkat gejala. Pemberian vitamin D3 juga diberikan selama 14 hari.
Meski dalam kondisi lonjakan kasus dan kebutuhan vitamin D yang semakin tinggi, perusahaan farmasi PT Dexa Medica melalui produk Oxyvit memastikan ketersediaan vitamin D aman dan terjamin.
Perlu diketahui, sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan di Indonesia vitamin D hanya boleh diproduksi dalam dosis 400 IU, tapi aturan kini diubah untuk mencegah kelangkaan maka dosis di atas 1000 IU sudah bisa diproduksi.
"Kami memproduksi Oxyvit D3 dengan sediaan softgel yang halal, vitamin D3 ini dalam bentuk oil yang mana bioavailability dua kali lebih baik dibandingkan bentuk kaplet atau tablet," ujar Dr. Raymond Tjandrawinata, Molecular Pharmacologist PT Dexa Medica melalui keterangannya kepada suara.com, Selasa (15/2/2022).
Raymond menambahkan, untuk menjamin pasokan pihaknya memastikan akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksi vitamin D agar lebih berkualitas.
"Melalui komitmen kuat terhadap mutu tersebut, kami ingin memenuhi kebutuhan masyarakat untuk produk kesehatan, termasuk produk vitamin D3,” tutup Raymond.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3798 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1468 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1455 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1405 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1307 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun