Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 22 Oktober 2026
Satu Rumah Terpapar Covid-19, Aurel Hermansyah Khawatir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jelang lahiran, dua sejoli Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah harus menelan pil pahit lantaran ditinggal oleh sejumlah ART-nya yang terpapar Covid-19.
Mulanya, Aurel Hermansyah menanyakan kondisi rumah yang sepi kepada Atta Halilintar.
"Sayang, Mba-Mba pada ke mana sih? Aku laper mau makan," tutur Aurel Hermansyah dikutip dari YouTube AH.
Kakak Thariq Halilintar ini lalu membeberkan jika kondisi rumah sepi lantaran beberapa ART terpapar Covid-19.
"Enggak ada Mbak (ART) sayang. Semua sakit kena Covid. Tadi pagi abis disinfektan, sekarang semua Mbak-Mbak udah dikarantina di tempat lain," balas Atta Halilintar.
Mendengar hal itu, anak Anang Hermansyah ini terkejut dan panik mengingat kondisinya yang sedang hamil tua.
"Aku udah hamil gede, terus gimana dong? Sayang aku udah mau lahiran, kalau tiba-tiba kenapa-napa enggak ada Mba gimana?" sambung Aurel Hermansyah.
Kakak Azriel Hermansyah tersebut lalu memberi solusi untuk tinggal sementara di apartemen Ashanty dan Anang Hermansyah.
Pasalnya, Aurel Hermansyah khawatir ketubannya pecah di saat tidak ada orang di rumah.
"Aku ke tempat Bunda aja kali ya. Kan aku enggak tahu kalau ada Mbak," pungkasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4511 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2133 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2100 Kali
NCC 4 Jadi Ruang Kolaborasi dan Apresiasi Karya Generasi Muda
Dibaca: 1692 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1666 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan