Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Satu Rumah Terpapar Covid-19, Aurel Hermansyah Khawatir
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Jelang lahiran, dua sejoli Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah harus menelan pil pahit lantaran ditinggal oleh sejumlah ART-nya yang terpapar Covid-19.
Mulanya, Aurel Hermansyah menanyakan kondisi rumah yang sepi kepada Atta Halilintar.
"Sayang, Mba-Mba pada ke mana sih? Aku laper mau makan," tutur Aurel Hermansyah dikutip dari YouTube AH.
Kakak Thariq Halilintar ini lalu membeberkan jika kondisi rumah sepi lantaran beberapa ART terpapar Covid-19.
"Enggak ada Mbak (ART) sayang. Semua sakit kena Covid. Tadi pagi abis disinfektan, sekarang semua Mbak-Mbak udah dikarantina di tempat lain," balas Atta Halilintar.
Mendengar hal itu, anak Anang Hermansyah ini terkejut dan panik mengingat kondisinya yang sedang hamil tua.
"Aku udah hamil gede, terus gimana dong? Sayang aku udah mau lahiran, kalau tiba-tiba kenapa-napa enggak ada Mba gimana?" sambung Aurel Hermansyah.
Kakak Azriel Hermansyah tersebut lalu memberi solusi untuk tinggal sementara di apartemen Ashanty dan Anang Hermansyah.
Pasalnya, Aurel Hermansyah khawatir ketubannya pecah di saat tidak ada orang di rumah.
"Aku ke tempat Bunda aja kali ya. Kan aku enggak tahu kalau ada Mbak," pungkasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3798 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1468 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1455 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1405 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1307 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun