Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
Bangkok Ibu Kota Thailand Bakal Berganti Nama
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ibu Kota Thailand, Bangkok bakal berganti nama. Penyebutannya bisa jadi menjadi lebih rumit, yakni Krung Thep Maha Nakhon.
Pergantian nama Bangkok ini diumumkan oleh Kantor Royal Society (ORST) pada Rabu (16/2/2022) waktu setempat. Dalam pengumuman di kantor perdana menteri, ORST memperbaharui penyebutan negara, wilayah, zona administratif dan ibu kota dengan alasan agar sesuai dengan situasi saat ini.
Hanya saja, nama Krung Thep Maha Nakhon itu belum langsung disematkan atau langsung efektif. Nama baru tersebut bakal resmi berlaku apabila komite menyetujui rancangan undang-undang akan pergantian nama tersebut.
Masih menurut Bangkok Post, bukan hanya Bangkok, ORST juga memperbaharui nama resmi ibu kota dan negara lain. Seperti Roma sebagai ibu kota Italia menjadi Rome.
Nama ibu kota Myanmar yakni Yangon berubah menjadi Nay Pyi Taw. Lalu ada nama Kerajaan Nepal menjadi Republik Demokratik Federal Nepal.
Untuk diketahui, Bangkok telah digunakan secara resmi sejak November 2001 di bawah pengumuman ORST. Kata itu berasal dari wilayah lama Bangkok yang saat ini menjadi bagian wilayah metropolitan besar yakni distrik Bangkok Noi dan Bangkok Yai.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3806 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1471 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1461 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1409 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun