Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 24 Juli 2026
350 Orang Terancam Buta, Implan Retina Bionik Kedaluwarsa
BERITABALI.COM, DUNIA.
Peristiwa mengerikan dialami lebih dari 350 orang yang menderita kebutaan akibat implan retina atau implan bionik yang kedaluwarsa, karena perusahaan di ambang kebangkrutan. Implan bionik atau retinal prosthesis adalah produk berbentuk sebuah chip kecil yang ditempel di bagian belakang bola mata, tempat retina berada.
Chip ini bekerja dengan cara memberi sinar visual yang langsung mengarah ke saraf mata, sehingga penglihatan jadi lebih baik. Kini Perusahaan Biotek, Second Sight Medical Products, berada di ambang kebangkrutan, yang membuat ratusan orang yang masih memiliki implan bionik lama dibiarkan menderita.
Ratusan orang ini dibiarkan tidak mendapatkan update perangkat lunak seperti yang dijanjikan, bahkan tidak akan diperbaiki jika di perangkat terjadi kesalahan. Hal ini menyebabkan mereka kehilangan pengelihatan, dan lebih banyak risiko lainnya.
Padahal produk yang dulu dianggap paling mutakhir, karena bisa mengembalikan penglihatan jadi normal ini, sudah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika atau FDA, pada 2013 silam. Namun produk yang dinamakan implan retina Argus II ini dihentikan produksinya pada 2019, demi menciptakan teknologi yang lebih baru.
Mengutip Insider, Kamis (17/2/2022) teknologi yang lebih baru itu disebut Orion, yang bekerja menggunakan kacamata serupa kamera video. Alih-alih merangsang kinerja mata, alat ini langsung merangsang otak untuk bekerja memperbaiki penglihatan.
Orion saat ini sedang dalam masa uji klinis terhadap enam pasien yang didanai oleh dana hibah Institut Kesehatan Nasional AS, dan akan dijadwalkan rilis lima tahun mendatang. Namun beberapa peserta uji coba Orion, mengaku akan melepas implan di akhir penelitian, karena masa depan perusahaan yang tidak pasti.
"Seandainya saya tahu tiga tahun lalu apa yang akan terjadi saat ini, saya mungkin tidak akan mendaftar untuk (penelitian) itu," ujar Benjamin Spencer, Peserta Uji Coba Orion, yang dipasang implan di sarafnya pada 2018 silam.
Akibat perusahaan di ambang kebangkrutan ini, mereka yang dipasang implan bionik mengalami kebutaan selain karena alat yang seharusnya diupdate karena ada kesalahan. Bahkan kini, alat terancam tidak bisa dilepas dari belakang mata atau saraf lokasi pemasangan alat. Parahnya implan yang masih berada di tubuh mereka bisa menimbulkan risiko jika melakukan prosedur seperti scan MRI.
Tidak hanya itu, untuk mencabutnya memerlukan biaya yang mahal dan menyakitkan. Ini karena alat berada di dalam tubuh atau tepatnya tertanam di kepala mereka.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3806 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1471 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1461 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1409 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1310 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun