Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Korban Investasi Robot Trading Viral Blast Merugi Rp1,5 Triliun
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Korban investasi robot trading Viral Blast Global melaporkan empat pimpinan PT Trust Global Karya ke Polda Metro Jaya. Mereka mengaku tertipu dengan kerugian mencapai Rp1,5 triliun.
Laporan ini dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (23/2/2022) siang tadi. Laporan telah teregistrasi dengan Nomor: LP/B/955/II/2022 dan LP/B/956/II/2022/SPKT/ Polda Metro Jaya.
Kuasa hukum korban, Firman menyebut pihaknya mempersangkakan empat petinggi PT Trust Global Karya dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.
"Mereka semua ini adalah leader yang diminta untuk mengumpulkan member. Ini korban semua, kami minta ke kepolisian untuk menindak semua," kata Firman di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/2/2022).
Firman mengklaim turut menyertakan sejumlah barang bukti untuk memperkuat laporannya. Barang bukti tersebut di antaranya berupa surat perjanjian hingga bukti transfer dari para korban.
"Korban itu 20 ribuan lebih ya, yang kita naungi sekarang ada 20 itu bukan member tapi leader. Ada ribuan di bawahnya ini kan multi level marketing," katanya.
Salah satu korban, Daniel membeberkan mengapa dirinya bisa tertipu investasi ini. Menurutnya investasi robot trading Viral Blast Global ini awalnya dipercaya lantaran dapat menunjukkan bukti legalitasnya.
"Jadi kita dari awal perusahaan menawarkan konsep investasi dengan menonjolkan legalitas, dengan proteksi pengembalian modal kalau apabila di dalam melakukan transaksi trading mengalami lose, jadi ada proteksi selama masa kontrak," beber Daniel.
Atas hal itu, kata dia, banyak korban seperti dirinya rela menjual harta bendanya untuk berinvestasi di robot trading Viral Blast Global.
"Ternyata di tengah kita menjalani usaha ini ternyata mereka mengalami konflik dan membuka semuanya bahwa aplikasi ini bukan real trading, tapi fake trading dan itu semuanya skema ponzi dan untuk korban yang percaya legalitasnya yang ditawarkan," tuturnya.
"Kita mau berlindung dimana kalau negara sudah mengeluarkan legalitas, bisnis dengan legalitas tentu masyarakat percaya, disini masyarakat perlu perlindungan, kami mohon ada Bapak Moeldoko, Bapak Jokowi, kami mohon bagaimana menyelamatkan uang korban investor yang sudah banyak berkorban," imbuhnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 546 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 399 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan