Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
Transformasi Digital, Menuntut Kreativitas dan Model Bisnis Tepat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Untuk menjaga keberlanjutan bisnis, sebuah media massa dituntut melakukan transformasi digital. Penggunaan teknologi digital juga akan mengubah cara bisnis dan layanannya mereka kepada audiensnya.
Perubahan ini membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan konten. Serta akses distribusi yang lebih mudah di semua platform media sosial. Namun yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mempertahankan kualitas jurnalisme yang esensinya untuk melayani publik.
Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Independent Media Accelerator: Tantangan Transformasi Digital Media, pada Senin, 28 Februari 2022. Hadir sebagai narasumber webinar ini, Wahyu Dhyatmika CEO Info Media Digital dari Tempo, Ivan Tanggono News Partner Manager Google, Uni Lubis Pemred IDN Times, dan Erik Somba Ketua Dept Dana, Usaha AMSI, dengan penanggap Ketut Yoga Yudistira selaku Co Founder Kok Bisa, dan Atmadji Sapto Anggoro jurnalis, penggiat teknologi dan founder Binocular.
CEO Info Media Digital Tempo, Wahyu Dyhatmika mengatakan bahwa Transformasi digital akan selalu bicara tiga aspek, yaitu konten, teknologi, dan model bisnis. Tempo telah melakukan transformasi digital sejak 2010-2011, ketika mereka membangun newsroom khusus digital Tempo.
Tantangan upaya ini, kata pria yang biasa disapa Komang ini, adalah bagaimana menyiapkan infrastruktur dari aspek teknologi. Kemudian mencari model bisnis yang tepat, kerena digital platform memiliki variasi yang sangat banyak terkait bisnis model.
“Karena itu harus jeli menciptakan produk sesuai kebutuhan audiensnya,” jelas Komang.
Ia menambahkan, publisher atau media mungkin tidak hanya punya satu model bisnis dan produk. Tempo mengkombinasikan subscription, membership, advertiser/iklan, dan pendidikan di Tempo Institute. Juga ada model bisnis data and research.
Sehingga setiap line produk itu mempunyai hitungan bisnis yang berbeda. Namun ditegaskannya, meskipun melakukan transformasi digital dan membuka peluang pendapatan baru dengan beragam platform digital. Media harus tetap berpegang pada idealisme dan esensinnya untuk melayani kepentingan publik.
“Karena Jurnalisme mempunyai peran strategis untuk menjaga peradaban dan menjaga demokrasi,” tuturnya.
Pemred IDN Times, Uni Lubis memaparkan transformasi yang dilakukan medianya. Untuk transformasi ini IDN Media telah menyiapkan ekosistem platform digital untuk mensuport bisnis media, IDN Times. Antara lain ada IDN Ads yang diluncurkan pada Juni 2020. Disitu selain sajian news, mereka juga sajikan kuis, tanya jawab dan live streaming.
Juga ada platform cooking, yang memungkinan masyarakat mengakses resep premium. Juga ada IDN Pictures, yang menyajikan film dan akan menyiapkan webseries. Hal itu karena ada dukungan SDM milenial yang kreatif dalam menyajikan konten dan distribusi kontennya. Ekosistem ini saling mendukung, IDN Times, POP Bela, POP Mama, Duniaku, Fortune. Semua saling suport.
“Jadi revenuenya datang dari berbagai sumber. Sehingga bisnis model media tidak bisa hanya mengandalkan satu sistem revenue,” kata Uni.
Selain itu, IDN Times juga membangun platform user generated content yang namanya IDN Times Community Writers. Sekarang sudah ada lebih 48 ribu member. Mereka juga menginisiasi kegiatan Lombok Writer Festival, dari sana pihaknya menerima lebih 600-800 tulisan kalangan millennial. Ini menjadi sumber penghasilan tambahan.
Sehingga selama pandemi ini, IDN Media bisa tetap bertahan, merekrut lebih banyak komunitas penulis dan tidak sampai memangkas karyawannya.
Untuk menjaga standar kualitas jurnalisme, newsroom medianya mewajibkan semua reporter, hingga editor membuat laporan mendalam dan wawancara khusus setiap bulan, sejak 2019.
“Sejak itu, redaksi kami banyak menang lomba jurnalistik. Jadi kami tetap menjaga balance untuk dapat traffic dan quality of journalism,” tambah Uni.
Ia mengakui awalnya medianya banyak diisi creative writer yang bukan kalangan jurnalis. Mereka para millennial yang berbekal pengalaman dan jaringan, sangat handal menulis soal entertainment, beauty, lifestyle sesuai selera pasar.
Namun kemudian mereka dilatih secara serius terkait jurnalistik, dan dituntut bekerja sesuai kode etik jurnalistik.
Sementara Erik Somba dari AMSI mengatakan terkait transformasi digital AMSI yang membawahi 384 media di 24 propinsi melakukan pembinaan pada bisnis model sehingga pengetahuan mereka bisa merata.
“Di AMSI semangatnya kolaborasi. Kami mengajari media rintisan, untuk sama sama membangun media yang sehat dan sehat bisnisnya,” ujarnya.
Menanggapi dukungan apa yang bisa diberikan Google untuk transformasi digital media. Ivan Tanggono selaku News Partner Manager Google menyebut memiliki beberapa program antara lain program local news foundry dan digital growth program.
Program dukungan kepada media local itu bisa diakses secara langsung di website GNI. Jadi Google menyediakan digital solution, diantaranya google ad manager, print to online transition.
“Itu seperti online resource yang bisa diakses semua media. Disana mereka bisa belajar menggunakan data, ada modul dan exercise untuk belajar,” ujarnya.
Revenuenya juga sama, untuk menciptakan advertising atau meningkatkan subscriber. Modulnya bisa diakses oleh semua media, sehingga media bisa mencari apa yang dibutuhkan.
Sementara co founder Kok Bisa, Ketut Yoga Yudistira, menilai tranformasi digital media.transformasinya justru pada kebebasan bagi audien.
Bahwa berita tidak lagi disensor, seperti halnya pada media lama. Sekarang ini alur informasi juga menjadi dua arah. Karena setiap orang bisa menjadi broadcaster. Nah tantangannya adalah bagaimana media bisa mendesain bisnis model yang sesuai.
“Jadi masalah bukan pada formatnya, tapi pada produk desain bisnis modelnya”, katanya.
Untuk itu Ketut menyarankan media jangan malu untuk membuat beberapa plan dan buat grand plan untuk bisnis model.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 144 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 77 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 74 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun