Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Akun YouTube Case Closed Tiba-tiba Hilang, Ini Dugaannya

Selasa, 1 Maret 2022, 20:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Akun YouTube Case Closed Tiba-tiba Hilang, Ini Dugaannya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Akun Youtube Case Closed menyajikan konten video yang bersifat budaya Bali, hukum dan edukasi serta kreativitas anak muda. Baru 3 bulan berjalan tersebut sukses mendulang 800 subscriber. 

Namun yang terjadi, akun tersebut mendadak hilang dan di-takedown pihak Youtube. Hilangnya akun yang terjadi 2 pekan lalu, saat sedang wawancara dengan Wakajati Bali terkait masalah hukum. 

Menurut Nyoman Gde Sudiantara, selaku Host Case Closed, hilangnya akun case closed menimbulkan hal yang aneh dan baru pertama kali terjadi. 

"Kami menduga ada yang memobilisasi," ungkap pria yang dipanggil Pongliek di Kubu Kopi di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, pada Selasa 1 Maret 2022. 

Ia mengatakan raibnya akun tersebut di takedown oleh Youtube. Pihak Youtube memberitahukan bahwa konten konten di akun case closed masuk kategori penipuan dan menyesatkan. Padahal, akun tersebut sejatinya membahas konten edukasi tentang budaya, hukum hingga kreativitas anak muda. 

Ia mengatakan apa yang dilakukan pihak Youtube men-takedown Case Closed dirasa tidak masuk akal karena melihat hanya ada 18 program di podcast case closes. 

"Di podcast kita baru 18 video. Materi yang disajikan hanya budaya, hukum dan hal yang ringan ringan. Saya yang host saja tidak ada asusila, terorisme dan menyesatkan publik. Saya punya predikat lawyer yang wajib memberikan pemahaman hukum. Ini tidak masuk akal bagi kami. Seperti ada yang ketakutan dengan progam-program di Podcast Case Closed," ungkapnya. 

Sementara, Erik Est selaku Produser dan Sutradara mengatakan akun Case Closed hilang dua pekan lalu saat gelar podcast bersama Wakajati Bali guna membahas masalah hukum. Pihak Youtube memberitahukan bahwa akun Case Closed melanggar kebijakan YouTube, melakukan pelanggaran berat dan menyesatkan. 

"Sangat aneh dan tidak masuk akal. Akun kami dibilang melakukan pelanggaran hukum dan menyesatkan adanya praktik penipuan dan sebagainya," ungkapnya. 

Menurutnya, akun Case Closed terbilang belum tersohor karena baru 3 bulan berjalan sudah memiliki 800 subscriber dan memiliki 18 konten video. Pun narasumber yang diundang dalam podcast merupakan pejabat berkualitas. 

"Mereka yang diundang mulai dari akademisi, pemangku kepentingan, hingga budayawan," terang Erik. 

Keterangan terpisah, I Wayan Suardana alias Gendo yang juga pernah menjadi narasumber menduga ada kekuatan besar hingga akun case closed di takedown pihak Youtube. 

"Setahu saya, yang mampu mentakedown akun adalah pihak yang mempunyai relasi kuasa kuat. Kami tidak tahu siapa itu, bisa jadi dari pemerintah, dan pihak-pihak berkompeten lainnya. Asumsikan aja sendiri," bebernya. 

Gendo mengaku, setelah diamati tidak melihat adanya ketidakpantasan di dalam akun case closed. Akun case closed standar dengan akun lainnya. Termasuk soal norma kesusilaan. 

"Kalau dibilang menyesatkan aneh juga. Menyesatkan publik dan dianggap berbahaya tidak ada menurut saya. Kalau dari 18 video yang melanggar kesusilaan, kekerasan yang mana tidak ada satupun," bebernya. 

Ia menduga, kemungkinan ada yang mereport. Ini bagian dari taktik, ada report dari netizen dan merasa akun case closed dianggap aneh sehingga youtube men-takedown case closed. 

"Saya rasa ada yang memobilisasi karena dipicu rasa ketakutan dan kekhawatiran. Tidak masuk akal, belum ada konten yang viral dan menghebohkan tiba-tiba di takedown pihak Youtube. Penting disikapi ini, dimensinya lebih kuat sebatas report dari netizen. Ini berbahaya untuk demokrasi kita," tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami