Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Varian Omicron Siluman Sudah Ditemukan di Yogyakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Covid-19 varian Omicron BA.2 atau dikenal Son of Omicron dipastikan sudah menyebar di DI Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta mengaku belum mendapat laporan penyebaran varian yang juga disebut Omicron Siluman ini di Kota Jogja.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan pihaknya meminta warga tetap berhati-hati dengan Omicron Siluman ini.
"Omicron Siluman ini belum kita monitor dengan karakternya. Sekarang yang perlu dilakukan, hati-hati, waspada dan prokes ketat serta kurangi interaksi," terang Heroe kepada wartawan, Sabtu (5/3/2022).
Aktivitas yang bisa dilakukan secara daring lebih baik dilakukan dengan daring. Heroe meminta tidak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa selama Omicron Siluman mengancam warga.
"Semua kegiatan kalau bisa ditunda dulu, kalau bisa dilakukan secara daring dilakukan daring, kalau bisa dilakukan secara terbatas, dilakukan dengan sangat terbatas. Sehingga tidak menjadi sebaran virus varian apapun," katanya.
Berkaca dari varian sebelumnya yang lebih mendahului, masyarakat dan Pemerintah bisa melaluinya. Sehingga ketika muncul varian baru masyarakat bisa lebih siap.
"Bersikap ketika varian Alpha di awal pandemi, kita sudah sedemikian rupa bisa mengatasi dan berhasil. Tapi kemudian di 2020 ada peningkatan, dan kemudian 2021 kita menghadapi varian Delta, karena ini begitu berakibat pada keparahan paparan sehingga banyak kematian. Akhirnya kita bisa melalui juga," kata dia.
Ia meyakini dengan adanya vaksin dan peningkatan penerapan prokes membantu banyak mencegah keparahan saat orang terkonfirmasi Covid-19.
Varian Omicron Siluman yang merupakan turunan dari Omicron diprediksi memiliki daya tular yang tak begitu berbahaya.
"Nah Omicron ini memang gejala umumnya tidak berbahaya kecuali pada lanjut usia (lansia), atau komorbid. Yang siluman ini kita belum tahu cara mengatasinya, tapi kita melakukan pencegahan seperti yang sudah kita lakukan selama ini," katanya.
Saat ini, kata Heroe masih ditemukan varian Covid-19 pendahulu seperti Delta dan juga Alpha. Kendati demikian jumlahnya tidak banyak.
"Sekarang memang didominasi Omicron. Penyebarannya yang cepat dan rata-rata gejala mereka tidak parah. Bahkan ada yang tak bergejala," kata dia. (Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3910 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3064 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2102 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2054 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun