Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Varian Omicron Siluman Sudah Ditemukan di Yogyakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Covid-19 varian Omicron BA.2 atau dikenal Son of Omicron dipastikan sudah menyebar di DI Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta mengaku belum mendapat laporan penyebaran varian yang juga disebut Omicron Siluman ini di Kota Jogja.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menjelaskan pihaknya meminta warga tetap berhati-hati dengan Omicron Siluman ini.
"Omicron Siluman ini belum kita monitor dengan karakternya. Sekarang yang perlu dilakukan, hati-hati, waspada dan prokes ketat serta kurangi interaksi," terang Heroe kepada wartawan, Sabtu (5/3/2022).
Aktivitas yang bisa dilakukan secara daring lebih baik dilakukan dengan daring. Heroe meminta tidak ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa selama Omicron Siluman mengancam warga.
"Semua kegiatan kalau bisa ditunda dulu, kalau bisa dilakukan secara daring dilakukan daring, kalau bisa dilakukan secara terbatas, dilakukan dengan sangat terbatas. Sehingga tidak menjadi sebaran virus varian apapun," katanya.
Berkaca dari varian sebelumnya yang lebih mendahului, masyarakat dan Pemerintah bisa melaluinya. Sehingga ketika muncul varian baru masyarakat bisa lebih siap.
"Bersikap ketika varian Alpha di awal pandemi, kita sudah sedemikian rupa bisa mengatasi dan berhasil. Tapi kemudian di 2020 ada peningkatan, dan kemudian 2021 kita menghadapi varian Delta, karena ini begitu berakibat pada keparahan paparan sehingga banyak kematian. Akhirnya kita bisa melalui juga," kata dia.
Ia meyakini dengan adanya vaksin dan peningkatan penerapan prokes membantu banyak mencegah keparahan saat orang terkonfirmasi Covid-19.
Varian Omicron Siluman yang merupakan turunan dari Omicron diprediksi memiliki daya tular yang tak begitu berbahaya.
"Nah Omicron ini memang gejala umumnya tidak berbahaya kecuali pada lanjut usia (lansia), atau komorbid. Yang siluman ini kita belum tahu cara mengatasinya, tapi kita melakukan pencegahan seperti yang sudah kita lakukan selama ini," katanya.
Saat ini, kata Heroe masih ditemukan varian Covid-19 pendahulu seperti Delta dan juga Alpha. Kendati demikian jumlahnya tidak banyak.
"Sekarang memang didominasi Omicron. Penyebarannya yang cepat dan rata-rata gejala mereka tidak parah. Bahkan ada yang tak bergejala," kata dia. (Suara.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 4092 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3414 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2060 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan