Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Kemenparekraf Gelar AKSILARASI Kajian Media Film Pendek di Mandalika
BERITABALI.COM, NTB.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar kegiatan AKSILARASI (Aksi Selaras Sinergi) Kajian Media Film Pendek di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung pada 3 hingga 5 Maret 2022.
Tujuannya, agar film-film yang dikreasikan anak bangsa bisa berdaya saing, sekaligus menghasilkan produk kreatif yang dapat mendukung destinasi pariwisata terpilih. Sehingga nantinya juga dapat terbentuk ekosistem ekonomi kreatif dalam mendukung kebangkitan ekonomi nasional.
AKSILARASI adalah Program Pendampingan Penciptaan dan Pemanfaatan Produk Kreatif Unggulan di Destinasi Super Prioritas, salah satunya Mandalika. Produk kreatif Unggulan tersebut diharapkan akan mengisi ruang ruang kreatif di DSP yang dilakukan sendiri oleh pelaku kreatif yang didampingi.
Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf, Mohammad Amin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Workshop Kajian Media Film ini merupakan inkubasi tahap II dalam program AKSILARASI Subsektor Film di Mandalika, di mana pada tahun 2021 telah dilaksanakan inkubasi tahap I berupa pelaksanaan produksi film pendek yang dibuat oleh komunitas lokal terpilih.
"Pada tahun 2021 pelaksanaan AKSILARASI Subsektor Film telah dilaksanakan di 4 Destinasi Super Prioritas (Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Danau Toba), yang menghasilkan produk karya Film Pendek dari masing-masing komunitas film daerah. Memasuki tahun kedua pelaksanaan AKSILARASI Subsektor Film, maka dilaksanakan Workshop AKSILARASI Kajian Media Film Pendek di Mandalika, yang diikuti oleh perwakilan dari komunitas film dari Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur, dan Danau Toba sebagai tindak lanjut program untuk penyempurnaan produk karya," kata Mohammad Amin.
Sub Koordinator Film Kemenparekraf, Mauliandini Nur Noviasri, menambahkan, dalam sambutannya saat Workshop AKSILARASI Kajian Media Film Pendek di Mandalika, Kamis (3/3/2022), bahwa pada inkubasi tahap II ini peserta akan mendapatkan pemahaman ilmu kajian media.
"Sehingga nantinya akan bisa memahami konsep dan tujuan penciptaan karya dalam proses produksi suatu film," kata Mauliandini.
Mauliandini melanjutkan, bahwa kegiatan pada hari pertama diawali dengan diskusi dan pemutaran film pendek produk AKSILARASI tahun 2021, yang dipresentasikan oleh perwakilan komunitas film daerah, yakni Ahmada Silandandy, perwakilan Komunitas Destinasi Wisata Super Prioritas Mandalika; Saparno, perwakilan Komunitas Destinasi Wisata Super Prioritas Borobudur; Muhammad Irvan Wowor, perwakilan Komunitas Destinasi Wisata Super Prioritas Labuan Bajo; Sagitarius Marbun, perwakilan Komunitas Destinasi Wisata Super Prioritas Danau Toba.
Kegiatan pada hari kedua dan ketiga, dilanjutkan dengan pelaksanaan workshop kajian media membahas materi terkait ilmu kajian media oleh Narasumber Bapak Mohamad Ariansah dan Bapak Kusen Dony Hermansyah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Yusron Hadi, mengapresiasi Kemenparekraf yang telah mendukung pengembangan subsektor film di NTB.
"Dukungan yang diberikan Kemenparekraf dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif di NTB telah memberikan semangat yang sangat besar kepada pelaku ekonomi kreatif, serta menunjukkan NTB memiliki talenta-talenta yang luar biasa. Semoga teman-teman perfilman bisa memanfaatkan workshop ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan ekosistem perfilman lokal," ujar Yusron.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3907 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3064 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2098 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun