Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Diduga Soal Utang, Seorang Pemuda di Marga Gantung Diri
BERITABALI.COM, TABANAN.
Seorang pemuda di Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, I WSP, 29 tahun nekat mengakhri hidup dengan gantung diri karena diduga memiliki masalah utang pada Selasa, (15/3). Kejadian ini sempat membuat heboh warga Desa Batannyuh.
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan, kejadian berawal pada Selasa, (15/3) sekitar Pukul 08.30 WITA korban dilihat oleh sepupunya atas nama Ni Luh YA duduk di depan kamarnya.
Selanjutnya pacar korban, sekitar Pukul 09.00 WITA memeriksa telepon genggam korban dan menemukan pencarian perihal terkait orang gantung diri. Karena merasa curiga pacar korban menanyakan kepada adik korban terkait keberadaan kakaknya.
Kemudian mereka mencari bersama dan korban ditemukan dalam keadaan tergantung di belakang rumah, pacar korban sempat histeris dan memanggil keluarga korban yang lain.
Korban sempat dibawa ke klinik yang berlokasi di Apitjaring, Desa Batannyuh selanjutnya dirujuk ke BRSUD Tabanan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Informasi sementara, korban diduga memiliki persoalan utang-piutang. Ini diperkuat dengan surat yang ditujukan kepada pacar dan keluarga,” kata Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia Selasa, (15/3).
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun