Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 23 Juli 2026
Tambahan Penghasilan Pegawai Tabanan Rp277 Miliar Belum Cair
BERITABALI.COM, TABANAN.
Rencana Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk menggelontorkan Tambahan Penghasilan Pegawai tampaknya masih belum terrealisasi karena belum ada rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
ASN di Tabanan harus lebih bersabar menunggu cairnya uang tambahan ini yang secara total nilainya mencapai Rp277 miliar pada 2022.
“Rekomendasi belum turun, masih berproses,” kata Sekretaris Daerah Sekda Tabanan I Gede Susila Selasa, (22/3).
Ia menekankan, TPP merupakan kewajiban pemerintah dengan catatan kegiatan wajib sudah terlaksana. Besaran tambahan penghasilan pegawai juga mengacu pada keuangan daerah. Tambahan penghasilan didasarkan pada kinerja dan kehadiran pegawai tersebut sudah berjalan sedemikian rupa.
Tidak tanggung-tanggung nilai TPP Tabanan tahun ini mencapai Rp277 Miliar. Angka tersebut bahkan jauh melebihi rencana perbaikan jalan di Kabupaten Tabanan yang mulai digenjot tahun lalu senilai hanya Rp 42 Miliar dengan panjang sekitar 23 kilometer.
Sebelumnya Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan AA Dalem Trisna Ngurah menyebutkan, rekomendasi soal TPP dari Kemendagri akan turun pada Maret 2022.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3796 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1466 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1454 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1402 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1306 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun