Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Jerman Akan Beli Sistem Pertahanan Rudal Baru dari Israel
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sistem pertahanan rudal terbaru Jerman akan berbasis sistem Arrow 3 buatan Israel, yang mampu menangkal rudal balistik jarak jauh. Kanselir Olaf Scholz ajukan argumen, Jerman harus mampu melindungi dirinya sendiri.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengkonformasi, pemerintahannya sedang mempertimbangkan untuk membeli sistem pertahanan anti peluru kendali jarak jauh dari Israel.
"Sistem pertahanan anti rudal ini juga bisa menawarkan perlindungan kepada negara tetangga di Uni Eropa", ujar Scholz kepada televisi kanal satu Jerman ARD Minggu (27/3).
Kanselir Jerman mengatakan, ini salah satu tema yang sedang didiskusikan untuk tujuan baik. Walau begitu Scholz menolak mengungkapkan rincian rencana pembelian sistem pertahanan anti rudal itu.
"Semua masih belum final", katanya dalam acara Talk Show yang dipandu moderator Annne Will itu.
Pro-Kontra di parlemen Jerman Pernyataan Kanselir Scholz itu menegaskan pernyataan sebelumnya, yang dilontarkan anggota parlemen Jerman- Bundestag.
"Kami harus bisa mempertahankan diri lebih baik lagi dari ancaman Rusia", kata Andreas Schwarz, politisi partai Sosial Demokrat - SPD yang jadi anggota komisi anggaran Bundestag.
"Untuk tujuan itu, kami perlu secepatnya memiliki untuk Jerman", ujar Schwart seperti dikutip tabloid Bild am Sonntag.
Senada dengan itu Marie-Agnes Strack-Zimmermann, ketua komisi pertahanan di parlemen Jerman kepada harian Die Welt mengatakan, Jerman harus mempertimbangkan sistem senjata yang berbeda dengan yang dimiliki Rusia.
"Israelmemproduksi sistem nitu, dan masuk akal jika kita tidakn hanya melihat pada skenario yang beda tapi juga membelinya", ujar ketua komisi pertahan dari partai liberal FDP itu.
Namun politisi dari partai oposisi, Roderich Kiesewetter melontarkan kritik atas rencana pembelian sistem anti rudal Israel itu.
Pakar politik luar negeri partai Kristen Demokrat itu menyebutkan, ini merupakan invetasi yang keliru.
"Seharusnya pemerintah memberikan prioritas persenjataan dan logistik lebih baik kepada Bundeswehr. Sistem pertahanan udara, lebih baik lagi jika NATO yang meningkatkan sistem tersebut untuk melindung perbatasan terluar anggotanya", kata Kieswetter.
Sistem canggih buatan Israel
Kanselir Jerman Scholz pada bulan Februari lalu, sesaat setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, sudah mengumumkan akan memberikan anggaran khusus senilai 100 miliar Euro untuk meningkatkan kemampuan militernya.
Selain membeli sejumlah pesawat tempur siluman F-35 dari AS, juga direncanakan pembelian sistem anti rudal dari Israel itu seharga sekitar 2 miliar Euro.
Sistem pertahanan Arrow 3 buatan Israel memiliki kemampuan menangkal dan menghancurkan peluru kendali balistik jarak jauh, dan berfungsi hingga ketinggian stratosfir atau sekitar 10 kilometer dari permukaan Bumi.
Sistem radarnya juga sangat kuat, hingga mampu mencakup wilayah pertahanan negara tetangga Polandia, Romania bahkan hingga negara-negara Baltik, demikian laporan tabloid Bild.
Kemampuannya berbeda dengan sistem pertahanan Iron Dome, yang hanya mampu menangkal rudal dengan ketinggian jelajah rendah. Angkatan bersenjata Jerman sejauh ini sudah memiliki sistem pertahanan anti rudal Patriot, yang mampu menangkal dan menghancurkan rudal jarak pendek.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5847 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan