Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Viral Resepsi Pernikahan Digelar Tanpa Pengantin
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Biasanya pernikahan diselenggarakan dengan meriah karena dianggap sebagai momen sekali seumur hidup. Resepsinya apalagi, biasanya mengundang banyak tamu, baik dari saudara maupun kerabat pihak mempelai, untuk ikut berbagi kebahagiaan.
Karena itulah, pengantin dan keluarganya merupakan bagian terpenting dalam sebuah resepsi pernikahan. Namun pernikahan yang satu ini berada pada kondisi yang berbeda, sebab hanya tampak tamu-tamu yang menikmati hidangan tanpa kehadiran kedua mempelai di pelaminan.
Ya, pelaminan terlihat kosong tanpa kedua pengantin yang berbahagia. Hanya tampak sang mempelai pria dan keluarganya yang hadir dengan pakaian songket merah untuk menyambut para tamu.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Sang pengantin perempuan, Nur Saidatul Akma Md Azran, menceritakan detail situasi yang sebenarnya terjadi di pernikahannya. Rupanya kala itu resepsi pernikahannya diadakan tanpa pengantin sebab dirinya positif Covid-19.
Pernikahannya, ungkap Akma, sudah diatur untuk diselenggarakan tanggal 13 Maret 2022. Sayangnya, tepat dua hari sebelum hari H, ia malah menerima hasil positif Covid-19 sehingga segala urusan harus ditunda.
"Cuma saya yang positif, calon suami waktu itu negatif," ungkap Akma. "Sejujurnya waktu itu saya agak nggak terima. Saya nggak percaya saya kena Covid-19."
Pernikahan, baik tahap akad maupun resepsi, akhirnya ditunda demi keamanan bersama. Akma diminta untuk menjalani karantina selama sepekan dan memilih berada di rumah ibunya yang berjarak 1 kilometer dari lokasi resepsi.
Padahal seluruh persiapan pernikahan telah rampung. Termasuk berbagai detail persiapan untuk resepsinya, seperti katering, tenda, hingga tamu-tamu yang diundang.
"Saya harusnya akad nikah pagi, lalu resepsi mulai siang hari. Jadi sudah pasang pelaminan, tenda, katering juga sudah siap untuk 200 orang," bebernya.
Seluruh persiapan itu jelas sulit untuk dibatalkan dalam kurun waktu dua hari. Karena itulah, kedua pihak keluarga sepakat untuk meneruskan resepsi pernikahan meski ia dan calonnya malah belum resmi menikah.
"Resepsi dilanjutkan walau kami belum menikah. Kami tidak duduk di pelaminan, tamu-tamu hanya datang untuk makan," jelas Akma.
Alhasil pelaminan yang sudah diatur pun disulap sedemikian rupa, bukan untuk duduknya kedua mempelai, tetapi tempat ditatanya barang-barang seserahan pernikahan.
Meski pernikahannya batal dan tamu-tamu hanya datang untuk makan, calon suami dan keluarganya tetap hadir di sana. Calon suaminya lah yang berperan menjelaskan kondisi pernikahan tak biasa tersebut kepada para tamu.
"Jelas ada banyak gosip, tapi calon suami dan keluarga waktu itu memberi banyak dukungan," imbuh Akma.
Hingga akhirnya pernikahan itu kembali bisa digelar pada 20 Maret 2022. Beruntung pula pihak dekorasi pernikahan membiarkan pelaminannya tetap terpasang hingga Akma sembuh dari Covid-19, sehingga impiannya menikah dengan dekorasi tersebut bisa terwujud.
"Selesai karantina, kami langsung menikah. Kami juga berfoto di pelaminan bersama keluarga, sebagai tanda kenangan. Tapi kami memang tidak mengadakan resepsi lagi," tuturnya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3781 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1443 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1431 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1382 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1293 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun