Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gas Helium Langka Dilaporkan Bocor dari Inti Bumi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Studi pemodelan baru yang dilakukan oleh para ilmuwan mengungkapkan gas jenis helium yang sangat langka bocor dari inti logam Bumi. Sebagian besar gas ini di alam semesta, yang disebut helium-3 adalah primordial dan diciptakan tepat setelah Big Bang terjadi sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu.
Beberapa dari helium-3 ini akan bergabung dengan partikel gas dan debu lain di nebula, sebuah awan luas yang diperkirakan telah menyebabkan terciptanya tata surya. Penemuan bahwa inti Bumi kemungkinan mengandung reservoir besar helium-3 adalah bukti lebih lanjut untuk mendukung gagasan.
Bumi terbentuk di dalam nebula surya yang berkembang, bukan di pinggirannya atau selama fase memudarnya.
"Helium-3 adalah keajaiban alam dan petunjuk bagi sejarah Bumi, bahwa masih ada sejumlah besar isotop ini di bagian dalam Bumi," kata Peter Olson, ahli geofisika di University of New Meksiko, dikutip dari Live Science, Jumat (1/4/2022).
Helium-3 adalah isotop dari helium yang memiliki satu neutron. Ini adalah gas langka, di mana hanya menyusun 0,0001% helium di Bumi. Gas tersebut berasal dari berbagai proses, seperti peluruhan radioaktif tritium, isotop radioaktif hidrogen yang langka.
Tetapi karena helium adalah salah satu elemen paling awal yang ada di alam semesta, kemungkinan besar helium-3 berasal dari Big Bang. Sebelumnya, para ahli telah mengetahui bahwa sekitar 2 kg helium-3 keluar dari interior Bumi setiap tahun.
Tetapi para ahli tidak yakin dengan pasti berapa banyak helium-3 yang berasal dari inti versus mantel dan berapa banyak helium-3 di reservoir Bumi.
Untuk menyelidiki hal ini, tim peneliti memodelkan kelimpahan helium selama dua fase penting sejarah Bumi, yaitu pembentukan awal planet, ketika masih mengumpulkan helium, dan setelah pembentukan Bulan, ketika Bumi kehilangan banyak gas ini.
Para ahli berpikir bahwa Bulan terbentuk ketika sebuah benda kolosal seukuran Mars bertabrakan dengan Bumi sekitar 4 miliar tahun lalu. Peristiwa tersebut akan melelehkan kerak Bumi dan memungkinkan sebagian besar helium di dalam Bumi bocor.
Namun, Bumi tidak kehilangan semua helium-3 pada saat itu. Bumi masih menyimpan beberapa gas langka, yang terus merembes keluar dari perut planet.
Menurut para ahli, inti akan menjadi tempat yang baik untuk reservoir semacam itu karena kurang rentan terhadap dampak besar dibandingkan dengan bagian lain dari sistem Bumi.
Tim peneliti menggabungkan tingkat kebocoran helium-3 modern dengan model perilaku isotop helium. Perhitungan ini mengungkapkan bahwa antara 22 miliar pon hingga 2 triliun pon helium-3 berada di inti Bumi.
Jumlah tersebut sangat besar, menunjukkan bahwa Bumi terbentuk di nebula surya dengan konsentrasi gas yang tinggi. Namun, karena hasil ini didasarkan pada pemodelan, jumlahnya tidak pasti. Tim ahli harus membuat sejumlah asumsi lain untuk menentukan besaran helium-3 di Bumi. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan