Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
1 Keluarga Tersambar Petir Usai Panen Padi, 1 Tewas
BERITABALI.COM, NTB.
Satu keluarga di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terdiri dari ibu dan dua orang anaknya tersambar petir pada Jumat (1/4) sekitar pukul 14.00 WITA.
Seorang diantaranya meninggal dunia. Ketiga orang yang tersambar petir itu dalam perjalanan pulang dari sawah untuk memanen padi.
Kepala Desa (Kades) Ntonggu, Firman H Abdullah, tiga orang yang tersambar petir merupakan warga Dusun Oiweo Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.
"Tiga orang ini merupakan satu keluarga, yang terdiri dari ibu (Hafsah,red) dan dua orang anaknya," ujar Kades Firman, dikutip dari Tribun lombok.
"Saat berjalan di pematang sawah, tiba-tiba ketiganya disambar petir," ujar Kades Firman.
Karena kondisi memprihatinkan, ketiga anggota keluarga langsung dilarikan ke Puskesmas Palibelo untuk mendapat perawatan medis.
"Namun satu di antaranya tak terselamatkan. Anak perempuan dari Hafsah meninggal saat di Puskesmas," tuturnya.
Kondisi Hafsah, lanjut Firman, sudah membaik setelah dirawat di Puskesmas dan sudah dipulangkan ke rumahnya.
"Sedangkan anak laki-lakinya, masih kritis dan dirawat di RSUD Bima," katanya.
Firman berharap anak laki-laki dari Hafsah bisa melewati masa kritis dan kondisi kesehatan kembali membaik.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3775 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1441 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1428 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1381 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1292 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun