Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 22 Juli 2026
Pendiri Ethereum Khawatir Dampak Buruk Penyalahgunaan Kripto
BERITABALI.COM, DUNIA.
Salah satu orang yang memiliki suara berpengaruh dalam industri cryptocurrency, Vitalik Buterin memberikan pandangannya terhadap masa depan industri kripto.
Vitalik Buterin, yang ikut menciptakan Ethereum pada 2013, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Time Magazine, dirinya khawatir tentang tren yang telah selama ini diamati.
“Kripto sendiri memiliki banyak potensi dystopian jika diterapkan secara salah,” ujar Buterin, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (1/4/2022).
Salah satu contoh tren ini adalah ledakan nilai NFT seperti Bored Ape Yacht Club. “Bahayanya adalah Anda memiliki monyet senilai USD 3 juta ini dan itu menjadi jenis perjudian yang berbeda,” kata Buterin.
Akhir-akhir ini, Buterin telah melakukan upaya bersama untuk berbicara dan mencoba memastikan, Ethereum masih digunakan untuk proyek-proyek mulai dari sistem pemungutan suara hingga perencanaan kota.
“Jika kita tidak melatih suara kita, satu-satunya hal yang dibangun adalah hal-hal yang langsung menguntungkan, dan itu seringkali jauh dari apa yang sebenarnya terbaik untuk dunia,” tutur Buterin.
Buterin datang dengan Ethereum, blockchain yang menggerakkan cryptocurrency Ether, pada 2013 saat usianya baru 19 tahun.
Sekarang Ethereum berhasil menjadi cryptocurrency terbesar kedua, dengan kapitalisasi pasar USD 360,7 miliar atau sekitar Rp 5,1 kuadriliun, kedua setelah bitcoin USD 808,8 miliar.
Tidak seperti bitcoin, yang sering dilihat sebagai sistem pembayaran peer-to-peer, Ethereum mampu memberi daya dan membangun aplikasi terdesentralisasi, seperti alat keuangan dan platform media sosial, bersama dengan NFT.
Meskipun Buterin berpengaruh di ruang kripto, dia tidak memiliki kekuatan untuk memastikan visinya untuk Ethereum membuahkan hasil.
Ini bukan pertama kalinya Buterin go public dengan kekhawatiran tentang cryptocurrency. Kembali pada 2018, Buterin memperingatkan investor tentang volatilitas ruang, memberitahu orang-orang tentang "aset tradisional" masih merupakan tempat yang lebih baik untuk menyimpan tabungan hidup mereka.
“Mengingat cryptocurrency masih merupakan kelas aset baru dan hiper-volatil, dan bisa turun mendekati nol kapan saja. Jangan memasukkan lebih banyak uang daripada yang bisa Anda tanggung,” kata Buterin waktu itu. (Sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3772 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1438 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1426 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1379 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1289 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun