Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 19 Juli 2026
Otoritas Jerman Tutup Pasar Darknet Rusia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebelumnya, pihak berwenang Jerman menyita USD 25 juta atau sekitar Rp 359 triliun dalam bentuk Bitcoin (BTC) saat menutup Hydra Market, dengan mengatakan mereka telah menutup salah satu pasar darknet terbesar di dunia.
Menurut pernyataan polisi federal pada Selasa, kantor kejahatan dunia maya dari kantor kejaksaan Frankfurt dan polisi kriminal federal menyita 543 Bitcoin saat mereka mengamankan situs tersebut.
Polisi federal menemukan 17 juta pelanggan dan 19.000 akun penjual. Hydra Market mungkin memiliki omset tertinggi di antara pasar ilegal di dunia, menurut pernyataan itu. Pada 2020, Hydra Market memiliki pendapatan EUR 1,23 miliar (Rp 19,3 triliun).
“Pasar berbahasa Rusia ini juga memiliki mixer privasi Bitcoin built-in, yang memperumit pelacakan transaksi,” tambah pernyataan polisi, dilansir dari CoinDesk, Rabu (6/4/2022).
Hydra Market telah beroperasi sejak 2015 dan dapat diakses melalui browser Tor. Namun, saat ini situs telah dihilangkan dari internet sehingga tidak dapat diakses kembali.
Menurut perusahaan analisis blockchain Ciphertrace, pasar itu terutama digunakan untuk narkotika, dan melayani Rusia, Ukraina, Belarus, Kazakhstan, Azerbaijan, Armenia, Kirgistan, Uzbekistan, Tajikistan, serta Moldova,
Penyelidikan pada Hydra Market ini telah dimulai pada Agustus 2021 dan juga melibatkan beberapa pihak salah satunya otoritas AS. (Sumber: Liputan6.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3729 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1413 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1352 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1271 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1186 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun