Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lenggak-Lenggok Puluhan Model Cilik Ramaikan Endek Street Fashion di Titik Nol Singaraja

Minggu, 19 Juli 2026, 14:12 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Lenggak-Lenggok Puluhan Model Cilik Ramaikan Endek Street Fashion di Titik Nol Singaraja.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Puluhan model cilik hingga remaja tampil penuh percaya diri membawakan busana berbahan kain endek khas Buleleng dalam ajang Endek Street Fashion yang digelar di kawasan Titik Nol Kota Singaraja, Sabtu (18/7) sore. Peragaan busana di ruang publik tersebut sukses menarik perhatian ratusan warga yang memadati lokasi.

Sebanyak 60 model berusia 3 hingga 17 tahun berjalan di atas catwalk yang memanfaatkan ruas jalan di kawasan Titik Nol. Mereka memperagakan beragam kreasi busana endek dengan sentuhan modern, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana memperkenalkan kain tenun khas Buleleng kepada generasi muda.

Kegiatan yang digagas Fortuna Manajemen tersebut menghadirkan berbagai rancangan busana yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan tren fesyen masa kini.

Founder Fortuna Manajemen, I Gede Arysantika, mengatakan sebagian besar koleksi busana yang ditampilkan merupakan hasil rancangan Fortuna Bali Fashion. Namun, pihaknya juga menggandeng sejumlah desainer lain agar kreativitas yang ditampilkan semakin beragam.

"Sebagian besar desain berasal dari Fortuna Bali Fashion, tetapi kami juga merangkul desainer lain untuk ikut berkreativitas. Harapannya semakin banyak ide baru yang lahir," ujarnya.

Menurut Arysantika, konsep Endek Street Fashion sebenarnya telah lama dirancang. Momentum berkembangnya tren street fashion dimanfaatkan untuk memperkenalkan Fortuna Manajemen, para model binaan, sekaligus menunjukkan bahwa kain endek dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan dengan gaya yang lebih modern.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya agenda fesyen berskala lebih besar di Kabupaten Buleleng. Bahkan, ke depan pihaknya menargetkan penyelenggaraan Buleleng Fashion Week atau Sunda Kecil Fashion Week selama tujuh hari dengan melibatkan lebih banyak komunitas serta desainer lokal.

"Harapan kami kegiatan ini bisa berkembang menjadi Buleleng Fashion Week. Nantinya kami ingin menggandeng lebih banyak komunitas agar bersama-sama memajukan industri kreatif di Buleleng," katanya.

Arysantika menjelaskan, perkembangan fesyen endek kini mulai dipadukan dengan sentuhan gaya modern yang terinspirasi dari Korea, Vietnam, hingga China. Meski demikian, identitas kain tenun endek khas Buleleng tetap menjadi unsur utama dalam setiap rancangan.

"Pengaruh luar memang ada, tetapi kami tetap mempertahankan dominasi kain tenun endek khas Buleleng. Tujuannya agar endek tidak hanya dipakai sebagai seragam kantor, tetapi juga menjadi busana sehari-hari," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengapresiasi inisiatif Fortuna Manajemen yang memanfaatkan kawasan Titik Nol sebagai ruang berekspresi bagi anak-anak dan generasi muda.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan kreatif yang memadukan seni, budaya, dan fesyen.

"Saya cukup terkejut melihat begitu banyak masyarakat yang datang menyaksikan kegiatan ini. Persiapannya singkat, tetapi antusiasmenya luar biasa," ujar Sutjidra.

Ia menegaskan, kawasan Titik Nol merupakan ruang publik yang disiapkan untuk mendukung berbagai aktivitas positif masyarakat, mulai dari pertunjukan seni, musik, hingga peragaan busana. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga berkomitmen melengkapi fasilitas pendukung seperti jaringan Wi-Fi, CCTV, hingga area pertunjukan agar kreativitas komunitas semakin berkembang.

Ke depan, Pemkab Buleleng akan mengatur jadwal penampilan berbagai komunitas sehingga kawasan Titik Nol Kota Singaraja dapat menjadi pusat aktivitas seni dan kreativitas yang berlangsung secara rutin.

"Ini adalah ruang publik milik masyarakat. Kami ingin semakin banyak komunitas memanfaatkannya untuk berkarya dan menghidupkan Kota Singaraja," tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami