Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Lenggak-Lenggok Puluhan Model Cilik Ramaikan Endek Street Fashion di Titik Nol Singaraja
beritabali/ist/Lenggak-Lenggok Puluhan Model Cilik Ramaikan Endek Street Fashion di Titik Nol Singaraja.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Puluhan model cilik hingga remaja tampil penuh percaya diri membawakan busana berbahan kain endek khas Buleleng dalam ajang Endek Street Fashion yang digelar di kawasan Titik Nol Kota Singaraja, Sabtu (18/7) sore. Peragaan busana di ruang publik tersebut sukses menarik perhatian ratusan warga yang memadati lokasi.
Sebanyak 60 model berusia 3 hingga 17 tahun berjalan di atas catwalk yang memanfaatkan ruas jalan di kawasan Titik Nol. Mereka memperagakan beragam kreasi busana endek dengan sentuhan modern, menjadikan acara ini tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, tetapi juga sarana memperkenalkan kain tenun khas Buleleng kepada generasi muda.
Kegiatan yang digagas Fortuna Manajemen tersebut menghadirkan berbagai rancangan busana yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan tren fesyen masa kini.
Founder Fortuna Manajemen, I Gede Arysantika, mengatakan sebagian besar koleksi busana yang ditampilkan merupakan hasil rancangan Fortuna Bali Fashion. Namun, pihaknya juga menggandeng sejumlah desainer lain agar kreativitas yang ditampilkan semakin beragam.
"Sebagian besar desain berasal dari Fortuna Bali Fashion, tetapi kami juga merangkul desainer lain untuk ikut berkreativitas. Harapannya semakin banyak ide baru yang lahir," ujarnya.
Menurut Arysantika, konsep Endek Street Fashion sebenarnya telah lama dirancang. Momentum berkembangnya tren street fashion dimanfaatkan untuk memperkenalkan Fortuna Manajemen, para model binaan, sekaligus menunjukkan bahwa kain endek dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan dengan gaya yang lebih modern.
Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya agenda fesyen berskala lebih besar di Kabupaten Buleleng. Bahkan, ke depan pihaknya menargetkan penyelenggaraan Buleleng Fashion Week atau Sunda Kecil Fashion Week selama tujuh hari dengan melibatkan lebih banyak komunitas serta desainer lokal.
"Harapan kami kegiatan ini bisa berkembang menjadi Buleleng Fashion Week. Nantinya kami ingin menggandeng lebih banyak komunitas agar bersama-sama memajukan industri kreatif di Buleleng," katanya.

Arysantika menjelaskan, perkembangan fesyen endek kini mulai dipadukan dengan sentuhan gaya modern yang terinspirasi dari Korea, Vietnam, hingga China. Meski demikian, identitas kain tenun endek khas Buleleng tetap menjadi unsur utama dalam setiap rancangan.
"Pengaruh luar memang ada, tetapi kami tetap mempertahankan dominasi kain tenun endek khas Buleleng. Tujuannya agar endek tidak hanya dipakai sebagai seragam kantor, tetapi juga menjadi busana sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengapresiasi inisiatif Fortuna Manajemen yang memanfaatkan kawasan Titik Nol sebagai ruang berekspresi bagi anak-anak dan generasi muda.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap kegiatan kreatif yang memadukan seni, budaya, dan fesyen.
"Saya cukup terkejut melihat begitu banyak masyarakat yang datang menyaksikan kegiatan ini. Persiapannya singkat, tetapi antusiasmenya luar biasa," ujar Sutjidra.
Ia menegaskan, kawasan Titik Nol merupakan ruang publik yang disiapkan untuk mendukung berbagai aktivitas positif masyarakat, mulai dari pertunjukan seni, musik, hingga peragaan busana. Pemerintah Kabupaten Buleleng juga berkomitmen melengkapi fasilitas pendukung seperti jaringan Wi-Fi, CCTV, hingga area pertunjukan agar kreativitas komunitas semakin berkembang.
Ke depan, Pemkab Buleleng akan mengatur jadwal penampilan berbagai komunitas sehingga kawasan Titik Nol Kota Singaraja dapat menjadi pusat aktivitas seni dan kreativitas yang berlangsung secara rutin.
"Ini adalah ruang publik milik masyarakat. Kami ingin semakin banyak komunitas memanfaatkannya untuk berkarya dan menghidupkan Kota Singaraja," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3221 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 722 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman