Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 31 Agustus 2026
5 Warga Ukraina Tewas Karena Bom Tandan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Lima warga tewas dan 15 terluka pada Jumat (15/4) oleh amunisi/bom tandan yang tersebar di kota Mykolaiv, Ukraina selatan. Bom tandan atau bom curah, dikenal juga bom klaster adalah munisi yang dijatuhkan ke tanah dari udara dalam bentuk submunisi.
Hal itu disampaikan Gubernur kota Mykolaiv, Vitaliy Kim melalui Telegram. Salah satu dari mereka yang tewas telah mengambil selongsong peluru yang meledak, katanya.
"Mengulangi sekali lagi [...] Jangan menyentuh benda asing. Ini bisa berakibat fatal," katanya.
Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina sebelumnya mengatakan telah menerima tuduhan bahwa angkatan bersenjata Rusia telah menggunakan munisi tandan di daerah berpenduduk di Ukraina.
Organisasi non-pemerintah Human Rights Watch (HRW) juga telah mengonfirmasi penggunaan munisi tandan oleh Rusia selama konflik.
"Amunisi tandan menimbulkan ancaman langsung bagi warga sipil selama konflik dengan menyebarkan submunisi atau bom secara acak di area yang luas. Mereka terus menimbulkan ancaman pascakonflik dengan meninggalkan sisa-sisa, termasuk submunisi yang gagal meledak saat tumbukan menjadi ranjau darat," menurut HRW.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4752 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2560 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2195 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1815 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1240 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun