Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Badung Mulai Modernisasi Pertanian, Target Panen 12 Ton per Hektar

Minggu, 30 Agustus 2026, 19:41 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemkab Badung/Badung Mulai Modernisasi Pertanian, Target Panen 12 Ton per Hektar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Pemerintah Kabupaten Badung mulai mengakselerasi modernisasi sektor pertanian melalui Gerakan Tanam Padi dengan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Sabtu (29/8/2026).

Program tersebut menjadi langkah Pemkab Badung untuk meningkatkan produktivitas pangan, mempertahankan keberlanjutan lahan pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah keterbatasan lahan.

Gerakan tanam dipimpin langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan Subak Tanah Yeng sebagai offtaker atau penjamin pasar hasil pertanian.

Pada kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan benih padi kepada Pekaseh serta pupuk kepada Pangliman sebagai dukungan awal bagi penerapan metode pertanian berbasis teknologi tersebut.

"Astungkara, pada hari yang baik ini kita dapat melaksanakan penanaman padi berbasis teknologi baru melalui PMAAS. Saya minta setelah menanam, jangan kemudian ditinggalkan. Ini harus dikawal terus oleh seluruh pihak untuk mengantisipasi tantangan lapangan dan memastikan teknologi ini memberikan hasil riil," tegas Bupati Adi Arnawa saat memberikan sambutan di Jaba Pura Puseh Desa Adat Sedang.

PMAAS Andalkan Teknologi dan Data

Bupati Adi Arnawa mengatakan program PMAAS berawal dari gagasan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung. Pemkab Badung kemudian memberikan dukungan anggaran untuk memastikan penerapan teknologi tersebut dapat berjalan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak hanya diukur berdasarkan peningkatan produksi, tetapi juga dari kesejahteraan dan kenyamanan petani dalam menjalankan usaha tani.

Pemkab Badung sebelumnya telah menggulirkan berbagai program insentif bagi petani, termasuk beasiswa kuliah jenjang S1 bagi anak petani, pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta akses layanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Bupati juga meminta aparatur desa, penyuluh pertanian, serta pengurus subak memastikan informasi mengenai berbagai program tersebut dapat diterima secara merata oleh para petani penggarap.

Dari sisi hilirisasi, Pemkab Badung menempatkan Perumda Pasar sebagai bagian penting dalam ekosistem pertanian. Perumda tersebut diharapkan menyerap hasil panen petani dengan harga yang memberikan keuntungan.

"Perumda Pasar harus menyiapkan anggaran untuk menyerap produk petani kita. Ini ekosistem pasar yang pasti," imbuhnya.

Produktivitas Padi Ditargetkan 10-12 Ton per Hektare

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menjelaskan PMAAS merupakan program sinergis antara Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, kelembagaan petani, serta BBRMP Bali.

Penerapan metode tersebut mengedepankan standarisasi dalam setiap tahapan budidaya. Mulai dari pengolahan dan kesiapan lahan secara presisi, tata kelola air digital dan terukur, pemupukan, pemeliharaan, hingga pengendalian hama berbasis data satelit dan sensor.

Pengawasan juga dilakukan secara intensif oleh penyuluh lapangan hingga memasuki tahapan panen.

"Dengan pengawalan ketat ini, kami menargetkan produktivitas padi melonjak hingga 10-12 ton per hektar," ungkap Raka Sukadana.

Gerakan tanam di Subak Tanah Yeng mencakup lahan seluas 50 hektare. Dari luasan tersebut, hasil produksi diproyeksikan mencapai 500-550 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Untuk mendukung proses edukasi dan memperkenalkan metode pertanian modern kepada petani, Pemkab Badung juga membangun demplot percontohan seluas 5 are di setiap kecamatan di Kabupaten Badung. Demplot tersebut dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Badung Siapkan Perluasan 234 Hektare

Pemkab Badung telah menyiapkan skema pembiayaan untuk memperluas penerapan PMAAS pada 2026.

Melalui APBD Perubahan Badung 2026, disiapkan alokasi Rp1 miliar untuk pengembangan lahan seluas 40 hektare di empat kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Abiansemal 16 hektare, Mengwi 10 hektare, Kuta Utara 10 hektare, dan Petang 4 hektare.

Selain itu, Kementerian Pertanian RI melalui APBN 2026 mulai merencanakan perluasan penerapan program secara lebih masif dengan sasaran lahan seluas 194 hektare di wilayah Kabupaten Badung.

Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, pengembangan PMAAS di Badung akan mencakup tambahan lahan hingga 234 hektare di luar lahan yang menjadi lokasi gerakan tanam.

Integrasi antara produksi di tingkat petani dengan kepastian pasar melalui Perumda Pasar diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern yang berkelanjutan di Bali.

Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk mendukung swasembada pangan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui penerapan teknologi, peningkatan produktivitas, dan kepastian penyerapan hasil panen.

Kegiatan gerakan tanam turut dihadiri anggota DPRD Badung I Gede Budiyoga yang mewakili Ketua DPRD, Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada, perwakilan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, pimpinan OPD terkait, Kepala BBRMP Bali, Direktur Utama Perumda Pasar, Majelis Madya Subak, serta jajaran Tripika, Perbekel, dan Bendesa Adat Sedang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Badung



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami