Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Mobil Tersambar Kereta Api, Sopir dan 2 Penumpang Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kereta Api Sancaka menabrak mobil Honda Brio berplat nopol L 1120 QC di perlintasan kereta Gayung Kebonsari, Surabaya Minggu (24/04/2022) sekitar pukul 23.22 WIB. Akibat peristiwa kecelakaan itu, tiga korban dilaporkan tewas.
Mobil berwarna merah tersebut terpental hingga 37 meter ke arah Selatan dari titik lokasi perlintasan. Kondisi mobil hancur tak berbentuk.
Penjaga perlintasan kereta, Sukarno (47) menjelaskan, mobil yang dikemudikan Abid (19) warga Sidosermo 4 gang 15 tersebut awalnya sudah berhenti di belakang perlintasan.
Namun, tiba-tiba mobil nekat menyeberang perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut. Nahas, kereta melaju kencang dan menerjang mobil.
“Sudah berhenti, trus tiba-tiba jalan. Kan sudah saya stop karena saya di sisi seberang juga tadi,” ujar Sukarno diwawancarai di lokasi.
Sementara itu, Rio salah satu warga yang melihat menjelaskan, mobil yang ditabrak saat itu sudah diteriaki oleh warga namun tetap melaju.
“Paling keburu, sudah diteriaki tetap jalan,” ujar Rio.
Mobil Brio yang ditabrak hancur lebur hingga tak berbentuk. Jenazah ketiga pengendara langsung dievakuasi oleh petugas kepolisian ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4731 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2536 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2176 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1793 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1219 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun