Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 13 Oktober 2026
Lebaran Pemerintah dan Muhammadiyah Berpeluang Bareng
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi mengatakan ada kemungkinan lebaran Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1443 Hijriah akan jatuh pada tanggal yang sama dengan ormas Islam Muhammadiyah yakni 2 Mei 2022.
"Iya, Insya Allah mudah-mudahan lebaran ini bisa bersama-sama. Mudah-mudahan untuk lebaran ini kita bisa bersama-sama umat Islam," kata Zainut di Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Senin (25/4).
Sebelumnya, pemerintah dan Muhammadiyah sempat berbeda memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1443 H. Pemerintah memutuskan awal puasa jatuh pada tanggal 3 April 2022. Di sisi lain Muhammadiyah memulai puasa sehari lebih cepat pada 2 April.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2022 jatuh pada 2 Mei. Zainut menilai kemungkinan itu bisa terjadi mengingat ketinggian hilal saat sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1443 H atau pada 1 Mei 2022 mendatang sudah di atas 3 derajat.
Ketinggian hilal itu, kata dia, sudah sesuai dengan kriteria baru yang ditetapkan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (Mabims) di atas 3 derajat dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Diketahui, kriteria baru MABIMS dijelaskan imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni tinggi hilal 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.
"Kalau melihat ukuran dari hilal, posisi hilal sidah di atas 3 derajat memungkinkan bisa di rukyat," kata dia.
Ihwal kelompok Islam lain yang berbeda dalam menetapkan 1 Syawal 1443 H, Zainut mengatakan Kemenag selama ini sudah memberikan panduan. Kemenag ingin semuanya dilakukan sesuai kaidah.
"Kita lakukan pendekatan dakwah dengan baik. Untuk mereka bisa memiliki pedoman perhitungan baik awal Ramadan maupun awal Syawal, memastikan semuanya itu harus sesuai kaidah fiqh," kata dia.
Senada, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan posisi hilal di Indonesia saat sidang Isbat penentuan Hari Raya Idulfitri 1443 H pada 1 Mei 2022 mendatang sudah terlihat secara hisab dengan ketinggian lebih dari 3 derajat.
Ia merinci tinggi hilal di Indonesia pada 1 Mei 2022 mendatang antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat
"Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS," kata Kamaruddin dalam keterangan resminya, Senin (25/4).
Meski demikian, keputusan pemerintah untuk menentukan 1 Syawal 1443 Hijirah harus melalui mekanisme sidang Isbat. Kementerian Agama sudah mengagendakan sidang Isbat akan digelar pada Minggu, 1 Mei 2022 mendatang.
Kemenag sudah menentukan 99 titik pemantauan hilal menentukan tiba Hari Raya Idulfitri.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4287 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1993 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1834 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1527 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1310 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan