Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Warga Meninggal Digigit Anjing, Pemilik Wajib Biayai Ngaben
Awig-awig Jero Kuta Pejeng
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Terkait kasus gigitan anjing yang belum tuntas, Kabid Keswan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar, Made Santiarka berharap desa adat membuat awig-awig soal peliharaan dan sanksi terhadap peliharaan anjing.
Contohnya dilakukan Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring.
“Untuk menekan populasi perlu di tiap desa membuat aturan guna menghindari atau meniadakan adanya kasus gigitan,” jelasnya.
Dikatakan awig-awig di Desa Jero Kuta Pejeng yang sudah disahkan pada 15 Maret 2017 lalu. Beberapa poin dalam awig-awig tersebut adalah setiap warga yang memelihara anjing, wajib mengandangkan dan tidak dilepas liar.
Bila lepas liar dikenai denda sebanyak 25 kg beras atau diuangkan. Poin kedua, bila anjing tersebut menggigit warga, maka pemilik anjing wajib memberi pengobatan sampai sembuh dan bila tergigit meninggal, wajib mengupacarai (ngaben) sampai tuntas.
Poin lainnya, bila membuang anjing sembarangan didenda 50 kg beras. Dan bagi warta luar desa adat membuang anjing ke wilayah desa adat didenda 100 kg beras.
“Kewajiban lainnya adalah vaksin rabies anjing dan memberi kalung pada anjing peliharaan,” jelasnya.
Adanya awig-awig tersebut, Desa Pejeng belum pernah terjadi kasus gigitan dan populasi anjing terkendali.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8143 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5673 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3549 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2399 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan