Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
IDAI Bali: Hepatitis Akut Menular Lewat Feses dan Air Liur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Bali Cabang Bali, IGN Sanjaya Putra Sp.A (K), mengatakan meskipun kasus hepatitis akut belum ditemukan di Bali, namun upaya antisipasi harus tetap dilakukan.
"Antisipasi harus tetap dilakukan, karena penyakit ini disebabkan oleh virus jadi bisa jadi menular dengan cepat, karena itu penerapan prokes, khususnya mencuci tangan lima langkah harus dilakukan setiap saat," ungkapnya saat diwawancarai belum lama ini.
dr. Sanjaya menyebutkan mengenai penyebab dari penyakit ini belum bisa dipastikan. Namun menurutnya, ada dugaan penyakit ini disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.
Maka itu, maka fases dan air liur menjadi salah satu perantara penularan virus. Untuk itu, selain mencuci tangan upaya pencegahan yang bisa dilakukan adalah memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi itu matang, tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak dari orang yang sakit agar anak-anak tetap sehat.
Secara umum gejala awal penyakit Hepatitis Akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan. Selanjutnya, gejala akan semakin berat seperti air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat.
"Jika anak mengalami gejala-gejala tersebut, orang tua diminta segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal," lanjunya.
Orang tua diharapkan dr. Sanjaya, tidak menunggu hingga muncul gejala kuning bahkan sampai penurunan kesadaran. Karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa infeksi Hepatitis sudah sangat berat dan tingkat kerusakan pada organ hati anak sudah sangat parah, bahkan bisa jadi organ hati sudh tidak berfungsi lagi. Karena jika sudah berat, maka penanganan medis untuk menolong pasien sangat kecil.
"Jika anak sudah dalam kondisi parah, maka kondisi terburuknya adalah anak harus menjalani transplatasi organ hati dan itu hanya bisa dilakukan di Jakarta, belum bisa dilakukan di Bali," pungkasnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun