Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kasus Hoaks Penculikan di Tabanan, DAT Kerap Menangis

Selasa, 10 Mei 2022, 19:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kasus Hoaks Penculikan di Tabanan, DAT Kerap Menangis.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Kasus hoaks penculikan dan dugaan pemerkosaan masih terus didalami oleh pihak kepolisian. 

Sementara korbannya, DAT, 18 tahun saat ini masih dititipkan di Panti Sosial Werdha Santhi, di Banjar Wanasara, Desa Bongan, Tabanan. Sejak 5 Mei, ia berada di sana, kerap menangis ketika teringat dengan kasusnya. 

“Beberapa kali menangis. Ia tidak menyangka kasusnya akan seperti ini,” kata Kasubag TU UPTD Pelayanan Sosial, dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Tabanan, Made Sujana Selasa, (10/5).

Sujana menyebutkan, pihaknya sempat mengunjungi mertua perempuan dan suami DAT di Desa Nyitdah. Saat itu, ia bersama beberapa stafnya diarahkan oleh Kepala Wilayah dusun setempat ke tempat mereka bekerja. 

“Kalau dilihat dari kondisi, memang ini merupakan keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Lebih lanjut Sujana menjelaskan, keluarga tersebut memang tinggal di tempat mereka bekerja membuat bata. Suami DAT, merupakan buruh pembuat bata borongan. 

Selain itu, dalam kunjungan itu terungkap, mertua laki-laki di DAT diduga mengalami gangguan mental. 

“Informasi terakhir begitu. Makanya jarang bersama mereka dan lebih senang keluyuran,” katanya.

DAT juga diketahui sebelum menikah tinggal dengan orangtua tiri. Tepatnya dengan bapak tiri. Ibu kandungnya menurut Sujana telah menikah ke Denpasar. 

“Kami sempat menghubungi, sementara DAT diminta untuk tinggal di panti,” katanya. 

Melihat rumitnya persoalan yang dialami oleh DAT, Made Sujana berharap masyarakat bisa melihat kasus ini dari banyak sudut. Bukan hanya persoalan kasus yang viral. 

“Ada faktor ekonomi dan pendidikan, karena mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu faktor keluarga. Korban tumbuh dalam keluarga yang tidak normal,” ujarnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami