Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Mengenal Tradisi Lebaran Ketog Semprong yang Bangun Toleransi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri warga di kampung Muslim Candikuning, Kecamatan Baturiti menggelar tradisi Ketog Semprong.
Acara dalam tradisi ini mungkin hampir sama seperti tradisi lain pada lebaran ketupat. Yakni makan ketupat bersama-sama pada hari ketujuh usai Hari Raya Idul Fitri.
Ketog Semprong ini memiliki makna yang cukup baik yakni memiliki berkumpulnya orang menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu kegiatan ini sangat erat dengan tujuan membangun toleransi dan berkumpul bersama.
Dalam gelaran tradisi Ketog Semprong yang diadakan di Tabanan juga memiliki makna terkait masyarakat dan pemimpinnya.
Bagi Masyarakat Candikuning, Festival ini juga dimaknai sebagai ajang untuk berjumpa dan bersua, tak hanya dengan saudara, keluarga, maupaun masyrakat setempat, namun juga meningkat manfaatnya sebagai tempat jumpa masyarakat dan pemimpinnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2751 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1962 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun