Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Mengenal Tradisi Lebaran Ketog Semprong yang Bangun Toleransi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri warga di kampung Muslim Candikuning, Kecamatan Baturiti menggelar tradisi Ketog Semprong.
Acara dalam tradisi ini mungkin hampir sama seperti tradisi lain pada lebaran ketupat. Yakni makan ketupat bersama-sama pada hari ketujuh usai Hari Raya Idul Fitri.
Ketog Semprong ini memiliki makna yang cukup baik yakni memiliki berkumpulnya orang menjadi satu kesatuan. Oleh karena itu kegiatan ini sangat erat dengan tujuan membangun toleransi dan berkumpul bersama.
Dalam gelaran tradisi Ketog Semprong yang diadakan di Tabanan juga memiliki makna terkait masyarakat dan pemimpinnya.
Bagi Masyarakat Candikuning, Festival ini juga dimaknai sebagai ajang untuk berjumpa dan bersua, tak hanya dengan saudara, keluarga, maupaun masyrakat setempat, namun juga meningkat manfaatnya sebagai tempat jumpa masyarakat dan pemimpinnya.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan