Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Alasan Lemak di Perut Tak Hilang Meski Sudah Rutin Olahraga

Jumat, 27 Mei 2022, 16:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/4 Alasan Lemak di Perut Tak Hilang Meski Sudah Rutin Olahraga

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beberapa orang sengaja berolahraga untuk menghilangkan lemak di daerah perut. Namun sayangnya, ada beberapa dari mereka yang masih gagal melakukannya.

Memiliki lemak perut lebih berisiko menyebabkan diabetes tipe 2 dan masalah jantung dibanding lemak di paha atau tubuh bagian bawah.

Dilansir Times of India, berikut beberapa alasan perut buncit tidak dapat dikecilkan walau sudah berolahraga secara teratur:

1. Menghindari lemak sehat

Biasanya, orang yang ingin menghilangkan lemak perut juga akan mengubah pola makannya. Tujuannya untuk menghindari penambahan lemak.

Alih-laih mengonsumsi lemak sehat seperti alpukat, kacang, dan minyak kelapa, mereka mengonsumsi makanan berlabel 'rendah lemak' atau 'bebas lemak' yang sebenarnya mengandung banyak gula atau pemanis buatan.

Bahan kimia sitetis non-makanan yang ada dalam produk olahan tersebut justru dapat buruk untuk metabolisme dan pencernaan.

2. Kembung

Perut buncit yang disertai kram, masalah usus, atau keinginan buang angin terus-menerus, bisa disebabkan oleh masalah pencernaan. 

Cobalah untuk banyak mengonsumsi makanan berserat atau minum suplemen serat.

3. Kurang tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon ghrelin (yang meningkatkan rasa lapar) dan berkurangnya kadar leptin (hormon yang menekan napsu makan). Jadi, kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan rasa lapar.

4. Stres

Stres kronis adalah salah satu alasan terbesar penumpukan lemak perut. Sebuah studi oleh Universitas Yale menunjukkan wanita yang tidak kelebihan berat badan, tetapi rentan mengalami stres, cenderung memiliki lemak di perutnya dan kadar hormon stres yang lebih tinggi.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami