Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Apa Itu Strict Parents, Kenali Ciri-Ciri dan Bahayanya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gaya pengasuhan memang akan menjadi salah satu hal utama yang membentuk karakter seorang anak. Salah satu yang cukup populer digunakan adalah strict parents. Apa itu strict parents? Singkatnya, strict parents adalah gaya pengasuhan orang tua yang sangat ketat.
Dengan pola asuh ini, mungkin Anda memang memiliki anak sesuai apa yang Anda inginkan. Namun, tahukah Anda bahwa gaya asuh strict parents justru akan menghancurkan anak itu sendiri?
Apa Itu Strict Parents?
Dilansir dari parenting for brain, dalam psikologi, strict parents adalah orangtua yang memberikan standar dan tuntutan tinggi pada anak-anak mereka. Ketika memasang standar tinggi dengan dukungan yang hangat dan responsif pada anak-anak, orangtua mestinya menjadi sosok yang berwibawa. Mereka juga akan tetap memberi ruang bagi anak-anaknya berpikir mandiri.
Sayangnya, kebanyakan strict parents benar-benar menerapkan aturan yang tidak boleh dilanggar, bahkan tidak menerima masukan. Tipe strict parents seperti inilah yang justru akan membuat anak-anak merasa tertekan.
Apakah Strict Parents Berbahaya?
Jika gaya pengasuhan yang ketat dan responsif (otoritatif) akan menghasilkan kualitas anak yang baik, strict parents dengan gaya penuhi tekanan dan tidak responsif (otoriter) justru akan membentuk karakter anak yang rendah diri dan mengalami berbagai masalah dalam mental dan perilakunya.
Tanda-Tanda Strict Parents
- Memiliki banyak aturan yang ketat dan penuh tuntutan
- Menuntut anak-anak selalu mematuhi harapan dengan cara yang cukup keras
- Tidak mengizinkan anaknya berpendapat atas aturan yang mereka terima
- Memberi hukuman berat ketika aturan yang mereka berikan dilanggar
- Selalu bersikap dingin dan otoriter
- Seringkali mengeluarkan kata-kata kasar dan merendahkan
- Tidak akan membiarkan anak-anak ikut dalam pengambilan keputusan
- Memiliki harapan tinggi yang tidak realistis
- Selalu merasa paling benar.
Efek Buruk Strict Parents
Orang tua yang ketat ini biasanya akan memandang keberhasilan akademis sebagai prioritas dan menilai efektivitas pengasuhan mereka dari kinerja anak-anak di sekolah.
Jenis pengasuhan ini mungkin menghasilkan anak-anak dengan nilai tinggi di sekolahnya. Namun di sisi lain, perkara keberhasilan akademis tidak jarang mengakibatkan banyak kehancuran dari sisi sang anak.
Sebuah studi juga menyebut bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga ketat umumnya tidak bahagia dan menunjukkan lebih banyak gejala depresi.
Gaya asuh orang tua akan sangat berpengaruh pada perilaku anak. Jadi, jangan heran jika mereka kemudian tumbuh sebagai sosok yang penuh emosi, pemberontakan, dan agresif saat keinginannya tidak berjalan sesuai harapan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3557 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1127 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 533 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 514 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun