Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Karya Arsitek Bisa Dijual di Metaverse, Berpotensi Capai Rp1,45 Miliar
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Arsitek kini tidak hanya menjual karya desainya untuk membuat rumah atau bangunan, tetapi karyanya kini bisa dijual dalam dunia metaverse. Kekinian terdapat platform di metaverse yang bisa dimanfaatkan arsitek untuk menjual karyanya yaitu Nestercity.
CEO Nestercity, Wazid Kausar Basri, menjelaskan karya arsitektural di Nestercity bukan hanya menjadi portfolio bagi penciptanya, namun juga memiliki nilai komersial karena kepemilikannya bisa diperjual belikan sebagai NFT, bisa dijelajahi, selain juga bisa diwujudkan di dunia nyata.
Dengan demikian nilai karya para arsitek bisa meningkat dan mendorong percepatan pencatatan hak cipta dan monetisasi asetnya dengan bantuan blockchain.
"Ke depan karya metaverse arsitektural akan hadir menjadi bagian dari nilai keluarga, usaha, pendidikan, dan komunitas di seluruh dunia," ujar Wajid dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022).
Diproyeksikan, Nestercity akan menarik minat arsitek, seniman 3D, kolektor NFT, perusahaan arsitektur dan konstruksi, real estate, dan LSM.
Hal ini bisa terwujud dengan kolaborasi bersama Myriad.town yang merupakan metaverse dari salah satu sosial media terbesar di NEAR Protocol, Myriad Social.
"Kami yakin bisa mencapai total transaksi US USD 100.000 atau setara Rp 1,45 miliar per harinya di Nestercity," kata Muhammad S Akbar, CFO Nestercity.
Dalam kesempatan terpisah, salah satu Arsitek, Milly Shafiq menganggap ide NFT arsitektur memiliki potensi ekonomi yang bagus.
"Bisa jadi di masa depan ini akan useful jika kita bicara di ranah NFT dan metaverse. Namun ada tantangan tersendiri saat karya ini akan diaplikasikan ke dunia nyata," imbuh dia.
Milly menjelaskan bahwa karya arsitektur yang bagus bukan hanya dinilai dari bentuknya saja, ada pula tantangan saat mengaplikasikan karya tersebut.
"Kita harus memperhatikan kondisi tanah, struktur bangunan, mechanic and electricity, psikologi dan perilaku, sampai faktor ekonomi calon penggunanya," pungkas dia.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1464 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1233 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 679 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 571 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 544 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung