Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Mau Borong Gas Rusia, Kelakuan Serbia Bikin Eropa Pusing
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Serbia memutuskan untuk membeli gas alam Rusia. Hal ini terjadi tatkala beberapa negara Eropa lainnya memutuskan untuk menghentikan aliran gas Rusia akibat serangan Moskow ke Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan pers, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan kesepakatan itu sangat menguntungkan bagi Beograd. Kontrak kesepakatan itu, paparnya, akan berlaku selama tiga tahun ke depan.
"Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa kami telah menyepakati elemen utama yang sangat menguntungkan Serbia," ujar Vucic setelah mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, dikutip Rabu (1/6/2022).
Langkah ini ternyata membuat Uni Eropa (UE) bertanya-tanya. Pasalnya, aliansi itu saat ini sedang memperluas pengaruhnya di wilayah Balkan, di mana pengaruh Rusia mungkin masih terasa kuat. Brussels bahkan disebut-sebut menginginkan Beograd menjadi jembatan ekspansi itu.
"Jika disepakati (kesepakatan gas), kesepakatan itu akan menghancurkan harapan mereka yang melihat peluang untuk mengurangi pengaruh Rusia di kawasan itu," kata Filip Ejdus, profesor keamanan internasional di Universitas Beograd.
Meski begitu, dalam beberapa kesepakatan, Serbia justru memiliki pandangan yang sama dengan Uni Eropa (UE).
Negara itu bahkan ikut meloloskan resolusi PBB yang mengecam serangan Rusia ke Ukraina.
Namun, tak seperti negara lainnya, Serbia tidak menjatuhkan sanksi ekonomi atau finansial apapun terhadap Moskow.
Ejdus menyebut bahwa tindakan Serbia ini dilakukan untuk mencari posisi tawar yang lebih baik dengan UE dan Jerman selaku negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu. Ia percaya Presiden Vuvic di sisi lain juga masih mempertahankan hubungannya dengan Benua Biru.
"Vucic pasti akan memastikan bahwa Serbia tetap berada di jalur UE, sementara mungkin masih mengharapkan tawaran balasan yang lebih baik dari kanselir Jerman Olaf Scholz."
Perlu diketahui, kendati berada di Benua Eropa, Serbia hingga saat ini bukanlah anggota dari UE.(sumber: cnbcindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1442 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1094 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 935 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 831 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik