Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mau Borong Gas Rusia, Kelakuan Serbia Bikin Eropa Pusing

Kamis, 2 Juni 2022, 12:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Mau Borong Gas Rusia, Kelakuan Serbia Bikin Eropa Pusing

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Pemerintah Serbia memutuskan untuk membeli gas alam Rusia. Hal ini terjadi tatkala beberapa negara Eropa lainnya memutuskan untuk menghentikan aliran gas Rusia akibat serangan Moskow ke Ukraina.

Dalam sebuah pernyataan pers, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan kesepakatan itu sangat menguntungkan bagi Beograd. Kontrak kesepakatan itu, paparnya, akan berlaku selama tiga tahun ke depan.

"Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa kami telah menyepakati elemen utama yang sangat menguntungkan Serbia," ujar Vucic setelah mengadakan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera, dikutip Rabu (1/6/2022).

Langkah ini ternyata membuat Uni Eropa (UE) bertanya-tanya. Pasalnya, aliansi itu saat ini sedang memperluas pengaruhnya di wilayah Balkan, di mana pengaruh Rusia mungkin masih terasa kuat. Brussels bahkan disebut-sebut menginginkan Beograd menjadi jembatan ekspansi itu.

"Jika disepakati (kesepakatan gas), kesepakatan itu akan menghancurkan harapan mereka yang melihat peluang untuk mengurangi pengaruh Rusia di kawasan itu," kata Filip Ejdus, profesor keamanan internasional di Universitas Beograd.

Meski begitu, dalam beberapa kesepakatan, Serbia justru memiliki pandangan yang sama dengan Uni Eropa (UE). 

Negara itu bahkan ikut meloloskan resolusi PBB yang mengecam serangan Rusia ke Ukraina.

Namun, tak seperti negara lainnya, Serbia tidak menjatuhkan sanksi ekonomi atau finansial apapun terhadap Moskow.

Ejdus menyebut bahwa tindakan Serbia ini dilakukan untuk mencari posisi tawar yang lebih baik dengan UE dan Jerman selaku negara dengan ekonomi terbesar di kawasan itu. Ia percaya Presiden Vuvic di sisi lain juga masih mempertahankan hubungannya dengan Benua Biru.

"Vucic pasti akan memastikan bahwa Serbia tetap berada di jalur UE, sementara mungkin masih mengharapkan tawaran balasan yang lebih baik dari kanselir Jerman Olaf Scholz."

Perlu diketahui, kendati berada di Benua Eropa, Serbia hingga saat ini bukanlah anggota dari UE.(sumber: cnbcindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami