Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Peralatan Masak Berbahan Kaca, Sekeluarga Keracunan Timbal
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS melaporkan pada Jumat (3/6/2022) bahwa ada satu keluarga beranggotakan lima orang keracunan timbal. Setelah diselidiki, ternyata mereka telah menggunakan peralatan masak yang terkontaminasi, lapor New York Post.
Kasus ini terdeteksi ketika Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental Kota New York (DOHMH) menganalisis pemeriksaan darah tahun 2017 milik seorang anak berusia 3 tahun, yang tidak disebutkan identitasnya.
Setelah mencari data, badan tersebut menemukan hasil tes lainnya tahun 2020 dari orang tua dan kedua kakak anak tersebut. Hasil menunjukkan mereka memiliki kadar timbal yang tinggi di dalam darah, di atas 5 mikrogram per desiliter (µg/dL).
Penyelidik akhirnya mengetahui bahwa peralatan kermik yang keluarga itu gunakan untuk memasak, menyiapkan, dan menyimpan makanan serta minuman terkontaminasi timbal tingkat tinggi.
Skrining awal anak kecil menunjukkan kadar timbal dalam darah pada 7 g/dL. Pada saat kejadian, ambang batas DOHMH untuk menuntuk inspeksi rumah ditetapkan pada 10 g/dL, jadi mereka mengirim surat kepada keluarga tersebut.
Isi suratnya adalah tentang peringatan dan saran cara mengurangi paparan timbal, termasuk rekomendasi mengganti peralatan masak. Penumpukan timbal dapat menyebabkan gejala yang mempengaruhi seluruh tubuh, termasuk gastrointestinal, neurologis, perilaku dan perkembangan.
Kondisi itu sangat berbahaya bagi anak, karena timbal dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan. Sakit perut dan sendi, sakit kepala, lekas marah, kehilangan ingatan, sembelit, muntah dan kelelahan adalah semua efek samping yang umum.
Tanpa intervensi, dapat menyebabkan kematian. Untungnya, setelah keluarga tersebut melakukan apa yang disarankan, kadar timbal darah mereka turun drastis setelah beberapa bulan.
Pejabat kesehatan pun memperingatkan bahaya utama tembikar tradisional, termasuk yang dibeli di Ekuador, Meksiko, Maroko, Turki, Amerika Serikat dan Uzbekistan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3275 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1097 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 496 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 462 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun