Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Turkiye Resmi Jadi Nama Baru Turki
BERITABALI.COM, DUNIA.
Turki resmi dikenal dengan nama Turkiye di PBB, setelah badan dunia itu menyetujui perubahan nama yang diajukan Ankara, kata wartawan BBC News Tiffany Wertheimer. PBB langsung melakukan perubahan begitu menerima pengajuan perubahan nama yang diajukan pekan ini.
Sejumlah badan internasional diminta untuk mengubah nama negara itu sebagai bagian dari kampanye yang diluncurkan presiden Recep Tayyip Erdogan pada 2021. Mayoritas warga Turki sudah menggunakan penyebutan Turkiye.
Namun nama yang berbau Inggris, Turki, juga banyak digunakan di wilayah negara itu sendiri.
Apa dasar perubahan nama Turki?
Menurut Presiden Erdogan, Turkiye lebih mewakili identitas negara itu.
"Turkiye merupakan cerminan dan ungkapan paling tepat bagi kebudayaan, peradaban dan nilai-nilai rakyat Turki," kata Erdogan pada Desember 2021.
Media penyiaran negara TRT langsung membuat perubahan begitu kebijakan diumumkan untuk mengubah nama. Dijelaskan, salah satu alasan perubahan itu adalah karena nama itu diasosiakan dengan burung turkey, kalkun, yang biasanya disajikan dalam hari-hari besar seperti Natal, Tahun Baru atau Thanksgiving.
Alasan lain, TRT merujuk pada definisi kamus bahasa Inggris Cambridge, yakni kata itu berarti "sesuatu yang sangat gagal" atau "orang bodoh atau konyol".
Sebagai bagian dari perubahan nama, "Dibuat di Turkiye" akan dicantumkan di seluruh produk ekspor, dan pada Januari 2022 promosi pariwisata diluncurkan dengan moto "Hello Türkiye".
Perubahan nama tersebut disambut beragam di dunia maya. Meskipun pejabat pemerintah mendukungnya, pihak-pihak lain menganggapnya sebagai pengalihan isu yang tidak efektif selagi presiden mempersiapkan diri untuk pemilihan tahun depan, di tengah krisis ekonomi.
Negara mana saja yang mengganti nama?
Turki bukan negara pertama yang mengubah namanya. Pada 2020, Belanda tidak menggunakan sebutan Holland. Macedonia mengubah nama menjadi Macedonia Utara karena sengketa politik dengan Yunani, dan Swaziland berganti nama menjadi Eswatini pada 2018.
Pada periode sejarah sebelumnya, Iran dikenal dengan nama Persia, Siam sekarang dikenak dengan nama Thailand, dan Rhodesia diganti dengan nama Zimbabwe.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik