Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Ratusan Tukik Dilepas di Pantai Sindu Sanur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratusan tukik atau anak penyu dilepas di Pantai Sindu Sanur, Hari Sabtu (11/6/2022). Kegiatan ini serangkaian HUT pertama IKA Foundation, yayasan yang konsen pada permasalahan perempuan dan anak.
Pelepasan ratusan tukik jenis Lekang (Lepidochelys Olivacea) ini dimulai pukul 7 pagi waktu setempat. Ratusan tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil penangkaran di Konservasi Penyu Sindu Dwarawati Sanur.
Pengunjung dan wisatawan asing yang sedang berada di pantai ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka beramai-ramai ikut melepas tukik ke pantai.
Peserta pelepasan tukik mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan ini, karena bisa berkontribusi terhadap pelestarian penyu yang sudah tergolong langka.
"Senang sekali bisa ikut kegiatan ini, melepas tukik ke laut lepas. Semoga tukik-tukik yang dilepas bisa berkembang biak di habitatnya sehingga jumlah penyu semakin bertambah," ujar Angga, warga Denpasar yang ikut pelepasan tukik.
Pendiri IKA Foundation, Wahyudi Angligan, menyatakan, pelepasan tukik ini merupakan bagian dari program IKA Foundation yang merayakan hari jadinya yang pertama pada 11 Juni 2022 dengan tema "Happy Mind-Happy Life".
"Program melepasliarkan tukik menjadi program edukasi bagi anak-anak dan warga lainnya, maupun tindakan nyata untuk melestarikan alam sesuai konsep Tri Hita Karana yang dimiliki masyarakat Bali,"ujar Wahyudi.
Anak penyu yang dilepas diyakini sebagai simbol dasar dunia yang menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam. Tukik yang dilepas kelak akan kembali ke tempat pelepasan, bahkan setelah ratusan tahun dan sering disimbolkan sebagai lambang umur yang panjang.
"Penyu memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan laut di seluruh dunia selama lebih dari 100 juta tahun. Penyu berperan menjaga fungsi terumbu karang hingga memindahkan nutrisi penting dari perairan ke daratan atau pantai," jelasnya.
IKA Foundation terbentuk tahun 2021, berawal dari spirit seorang gadis bernama Intan Kinanti Angligan yang meninggal pada 25 Maret 2021 karena sakit anemia gravis yang dideritanya. Ia memiliki konsen pada permasalahan perempuan dan anak sesuai jalur pendidikan S1 pikologi yang ditempuhnya di Universitas Udayana dan Pasca Sarjana S2 di George Mason University, Virginia, Amerika Serikat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1415 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1213 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 646 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 553 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung