Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
CEO Shopee Konfirmasi Adanya PHK Massal Karyawan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kabar PHK Massal Shopee semakin menguat belakangan ini. Terlebih CEO Shopee Chris Feng pada Senin (13/6/2022) lalu mengkonfirmasi adanya penyesuaian usaha.
"Membuat beberapa penyesuaian untuk optimasi kegiatan kami di segmen dan pasar tertentu," kata Chris Feng dalam memo yang disampaikan The Straits Times Singapura.
Shopee adalah salah satu raksasa e-Commerce yang menguasai pasar Asia Tenggara, kabar PHK massal ini dikabarkan akan berdampak pada ShopeeFood dan ShopeePay. Operasional Shopee di sejumlah negara dipastikan terdampak meski belum ada konfirmasi untuk Indonesia.
Namun demikian, karyawan ShopeeFood dan ShopeePay di Meksiko, Argentina, Chile dan tim lintas batas untuk Spanyol dipastikan akan kena imbas PHK massal.
"Akibat ketidakpastian yang meningkat dalam ekonomi yang lebih luas, kami percaya adalah bijak untuk membuat penyesuaian yang sulit tapi penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memfokuskan sumber daya kami," tulis dia.
Sejumlah karyawan sudah menerima pemberitahuan terkait PHK ini. Shopee Spanyol, Perancis dan India dipastikan menutup bisnis mereka.
"Bisnis kami akan terus beroperasi seperti biasa di Shopee Mexico, Argentina, Chile, serta untuk ShopeeFood dan ShopeePay di Asia Tenggara," pungkasnya.
Hingga kini, belum dapat dipastikan bagaimana nasib karyawan Shopee di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 760 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun