Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Manfaat Menakjubkan Mengonsumsi Pisang, Bisa Jaga Usus
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pisang kaya akan manfaat. Salah satu yang terbaru adalah, konsumsi pisang disebut dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di usus. Untuk itu, pisang dianggap menjadi salah satu buah yang mampu membantu tumbuh kembang anak yang kurang gizi.
Hal tersebut dipaparkan oleh tim peneliti asal Universitas Washington, Amerika Serikat, pada 2019 lalu. Tim melakukan penelitian mengenai mikroba sehat tersebut terhadap anak-anak di Bangladesh.
Hasilnya, bakteri baik pada usus dapat membantu pertumbuhan tulang dan otak pada anak yang memiliki masalah kekurangan gizi kronis atau malnutrisi.
Sebelumnya WHO mengatakan bahwa sekitar 150 juta anak balita di seluruh dunia mengalami masalah kekurangan gizi. Kondisi tersebut, pada akhirnya, dapat meningkatkan jumlah bakteri jahat pada usus anak.
Selama satu bulan, tim meneliti kondisi sekitar 68 anak-anak Bangladesh yang kekurangan gizi. Mereka berusia 12-18 bulan dan dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil.
Setelah dipantau dengan seksama, diketahui bahwa pisang, buncis dan kacang tanah memberikan efek baik dalam tubuh terutama pada pertumbuhan tulang, perkembangan otak dan fungsi kekebalan tubuh.
Kabar baiknya lagi, tiga makanan tersebut tergolong mudah ditemui dan dibadrol dengan harga terjangkau.
Prof Jeffrey Gordon dari Universitas Washington, yang memimpin penelitian di Dhaka, Bangladesh tersebut mengatakan tujuan penelitian ini adalah "untuk menargetkan mikroba agar sembuh".
"Mikroba tidak melihat pisang atau kacang - mereka hanya melihat campuran nutrisi yang bisa mereka gunakan dan bagi. Formulasi ini bekerja paling baik pada hewan dan manusia, menghasilkan perbaikan terbesar."
Makanan lain seperti beras atau lentil, dianggap kurang baik dan kadang-kadang dapat merusak usus lebih banyak.
Prof Gordon mengatakan belum sepenuhnya jelas mengapa makanan seperti pisang bekerja paling baik tetapi percobaan yang jauh lebih besar sedang dilakukan untuk melihat apakah diet tersebut memiliki efek jangka panjang pada kenaikan berat badan dan tinggi badan anak-anak.
"Ini terkait erat dengan status kesehatan dan kita perlu mencari tahu mekanisme sehingga kondisi mereka juga dapat diperbaiki di kemudian hari."
Dia menambahkan bahwa di negara lain, makanan yang berbeda mungkin memiliki efek yang serupa.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 667 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun