Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Warga Bongkar Rumah Sebelum Dihantam Gelombang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pesisir Pantai Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara Jembrana kini kondisinya semakin memprihatinkan.
Rabu (15/06/2022) terjadi kembali gelombang tinggi sehingga sejumlah warga segera membongkar rumahnya sendiri sebelum dihantam gelombang.
Dari pantauan di lokasi, tampak gelombang pasang merusak beberapa meter. Dan gelombang ini biasa terjadi hingga beberapa hari kedepan.
Gelombang tinggi yang terjadi Selasa (14/6/2022) juga sudah merusak tanggul yang dibuat warga secara swadaya. Sementara penanganan pantai dari abrasi masih belum dilakukan pemerintah.
Saat ini panjang kerusakan akibat abrasi di Dusun Pebuahan dan Banjar Baluk Rening sepanjang 2,24 KM. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Jembrana I Wayan Sudiarta.
Menurutnya mengenai penanganan pantai yang terdampak abrasi merupakan kewenangan pemerintah pusat yang ditangani secara bertahap.
"Tergantung kondisi keuangan pemerintah pusat, mudah-mudahan dapat," ujarnya.
Pemerintah kabupaten Jembrana sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk penanganan pantai pada tahun 2023 mendatang, di Pantai Pebuahan, Yehembang dan lanjutan di Pantai Delodberawah.
Pada tahun ini paket pekerjaan penanganan pantai dari Soka-Gilimanuk dengan anggaran Rp38,5 miliar dari Balai Wilayah Sungai.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1412 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1212 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 641 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 552 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung