Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Warga Bongkar Rumah Sebelum Dihantam Gelombang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pesisir Pantai Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara Jembrana kini kondisinya semakin memprihatinkan.
Rabu (15/06/2022) terjadi kembali gelombang tinggi sehingga sejumlah warga segera membongkar rumahnya sendiri sebelum dihantam gelombang.
Dari pantauan di lokasi, tampak gelombang pasang merusak beberapa meter. Dan gelombang ini biasa terjadi hingga beberapa hari kedepan.
Gelombang tinggi yang terjadi Selasa (14/6/2022) juga sudah merusak tanggul yang dibuat warga secara swadaya. Sementara penanganan pantai dari abrasi masih belum dilakukan pemerintah.
Saat ini panjang kerusakan akibat abrasi di Dusun Pebuahan dan Banjar Baluk Rening sepanjang 2,24 KM. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Jembrana I Wayan Sudiarta.
Menurutnya mengenai penanganan pantai yang terdampak abrasi merupakan kewenangan pemerintah pusat yang ditangani secara bertahap.
"Tergantung kondisi keuangan pemerintah pusat, mudah-mudahan dapat," ujarnya.
Pemerintah kabupaten Jembrana sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk penanganan pantai pada tahun 2023 mendatang, di Pantai Pebuahan, Yehembang dan lanjutan di Pantai Delodberawah.
Pada tahun ini paket pekerjaan penanganan pantai dari Soka-Gilimanuk dengan anggaran Rp38,5 miliar dari Balai Wilayah Sungai.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 666 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 382 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun