Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Bongkar Rumah Sebelum Dihantam Gelombang

Rabu, 15 Juni 2022, 21:35 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Warga Bongkar Rumah Sebelum Dihantam Gelombang.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Pesisir Pantai Pebuahan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara Jembrana kini kondisinya semakin memprihatinkan. 

Rabu (15/06/2022) terjadi kembali gelombang tinggi sehingga sejumlah warga segera membongkar rumahnya sendiri sebelum dihantam gelombang. 

Dari pantauan di lokasi, tampak gelombang pasang merusak beberapa meter. Dan gelombang ini biasa terjadi hingga beberapa hari kedepan. 

Gelombang tinggi yang terjadi Selasa (14/6/2022) juga sudah merusak tanggul yang dibuat warga secara swadaya. Sementara penanganan pantai dari abrasi masih belum dilakukan pemerintah.

Saat ini panjang kerusakan akibat abrasi di Dusun Pebuahan dan Banjar Baluk Rening sepanjang 2,24 KM. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas PUPR Jembrana I Wayan Sudiarta. 

Menurutnya mengenai penanganan pantai yang terdampak abrasi merupakan kewenangan pemerintah pusat yang ditangani secara bertahap.

"Tergantung kondisi keuangan pemerintah pusat, mudah-mudahan dapat," ujarnya.

Pemerintah kabupaten Jembrana sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk penanganan pantai pada tahun 2023 mendatang, di Pantai Pebuahan, Yehembang dan lanjutan di Pantai Delodberawah.

Pada tahun ini paket pekerjaan penanganan pantai dari Soka-Gilimanuk dengan anggaran Rp38,5 miliar dari Balai Wilayah Sungai.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami