Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
Warga Sri Lanka Antre Buat Paspor Demi Tinggalkan Negaranya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Diperkirakan ada lebih dari 3.000 orang antre membuat paspor di Departemen Imigrasi dan Emigrasi Sri Lanka dalam sehari. Ribuan orang itu antre berjam-jam bahkan sebagian menginap di sekitar bangunan itu demi mendapatkan paspor yang akan digunakan untuk pergi dari negaranya.
Ratusan petugas keimigrasian bahkan dilaporkan mengalami kelelahan luar biasa guna memenuhi permintaan paspor. Penanggung jawab otoritas imigrasi bagian terkait, H.P. Chandralal menuturkan, pihaknya sudah memperketat keamanan, memperluas jam kerja, dan melipatgandakan jumlah paspor yang diterbitkan.
Namun, karena sejumlah masalah, hingga kini belum dapat dipastikan berapa jumlah paspor yang bisa diterbitkan negara itu.
"Sangat sulit berurusan dengan masyarakat karena mereka frustrasi dan tidak mengerti bahwa sistem tidak dilengkapi untuk menangani permintaan semacam ini. Jadi mereka marah dan menyalahkan kami, tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan," kata Chandralal.
Depresiasi mata uang, inflasi lebih dari 33%, hingga potensi ambruknya ekonomi Sri Lanka membuat warga negara itu untuk ingin pergi secepatnya. Belum lagi peringatan PM Ranil Wickremesinghe yang mengatakan krisis pangan bisa terjadi dalam beberapa bulan.
Salah satu warga yang turut mengantre di imigrasi, Lenora mengaku sudah dua hari antre untuk mendapatkan paspor dan berencana meninggalkan Sri Lanka secepatnya.
Perempuan 33 tahun itu diterima kerja sebagai asisten rumah tangga di Kuwait setelah keluarganya kini mulai kesulitan hanya untuk memenuhi kebutuhan akibat kelangkaan komoditas.
Ia hanya membawa baju ganti dan payung dalam perjalanan dari kampungnya di Nuwara Eliya ke kantor imigrasi yang memiliki jarak 170 km. Tidak hanya Lenora, puluhan ribu orang saat ini diperkirakan antre mendapatkan paspor mereka agar secepatnya pergi dari Sri Lanka.
Hingga Mei 2022, Sri Lanka telah mengeluarkan 288.645 paspor. Negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang itu kekurangan makanan, gas untuk memasak, bahan bakar, dan obat-obatan, setelah salah urus ekonomi dan pandemi COVID-19 menghapus cadangan devisanya.
Melansir Reuters, PBB mengatakan, Sri Lanka terancam mengalami krisis kemanusiaan usai berencana memberikan bantuan 47 juta dolar AS untuk negara itu.
Dalam upaya untuk memperbaiki krisis, Sri Lanka sedang dalam pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk paket bailout, setelah menangguhkan pembayaran utang luar negeri sekitar $12 miliar pada bulan April.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 643 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 453 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik