Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Google: Awas, Spyware Buatan Italia Bisa Menyusup Ponsel
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Google mengeluarkan peringatan akan ada spyware buatan Italia yang digunakan untuk menyadap ponsel Android dan iPhone di negara itu dan Kazakhstan.
Spyware itu, demikian dilansir dari Reuters, Jumat (24/6/2022), dibuat oleh perusahaan bernama RCS Lab yang berbasis di Milan. RCS Lab mengklaim bekerja untuk beberapa klien yang merupakan lembaga penegak hukum di Eropa.
Spyware itu dikembangkan untuk memata-matai pesan-pesan dan nomor telepon pada ponsel yang menjadi sasaran.
"Vendor-vendor ini mengizinkan penyebaran peranti peretasan yang berbahaya. Peranti ini juga menjadi senjata untuk negara-negara yang tak mampu mengembangkan alat seperti ini secara mandiri," jelas Google.
Pemerintah Italia dan Kazakhstan belum memberikan tanggapan atas laporan Google ini. Sementara juru bicara Apple mengatakan mereka sudah mencabut semua akun dan sertifikat yang berhubungan dengan peranti peretasan ini.
RCS Lab sendiri menyatakan produk dan layanan mereka sudah sesuai dengan regulasi di Eropa. Peranti yang mereka buat diklaim bisa membantu penegak hukum dalam menyelidiki kejahatan.
"Pegawai RCS Lab tidak terpapar atau ikut berpartisipasi dalam aktivitas dari para pelanggan," terang RCS Lab, sembari mengecam penyalahgunaan perantinya oleh pihak lain.
RCS Lab bukan satu-satunya perusahaan yang membuat peranti peretas yang banyak digunakan oleh pemerintah. Sebelumnya sejumlah peranti peretas juga dikembangkan oleh perusahaan swasta Israel dan digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.
Tetapi peranti-peranti peretas ini dikritik karena melanggar hak asasi dan privasi warga negara, termasuk membaca pesan, mencuri password dan data pribadi lainnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun