Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Bolehkah Cedera Kaki Diurut? Ternyata Begini Kata Dokter
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak pakar kesehatan melarang cedera sendi kaki atau cedera tangan untuk diurut. Tapi, menurut Dokter Ortopedi, dr. Aldico Sapardan, Sp.OT cedera kaki atau tangan boleh diurut untuk sekedar pijatan ringan.
Pijatan ringan ini, bisa dilakukan dengan tujuan memecahkan asam laktat, seperti pijat ringan setelah olahraga, yang efeknya sama seperti direndam atau dikompres dengan air hangat.
"Diurut dengan tujuan memecahkan asam laktat setelah olahraga ya tidak apa apa dan sah-sah saja, karena pemecahan asam laktat bisa dilakukan beberapa cara misalnya berendam dengan air hangat ataupun diurut, urut atau light massage bukan pijat berat," ujar dr. Aldico dalam acara pembukaan Klinik Utama JLA Indonesia di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2022).
Jika setelah cedera dan menyelesaikan pengobatan oleh dokter, meski tidak nyaman dr. Aldico tetap melarang bagian cedera untuk dipijat atau diurut berat hingga menekan bagian yang cedera dan tetap beri rekomendasi untuk diistirahatkan.
"Jika memang terdapat doms lagi atau cidera di ototnya lebih baik diresting aja atau diistirahatkan saja. Seperti misalkan cideranya di tangan mungkin bisa menggunakan gendongan tangan, dibebat ataupun dipakaikan elastic perban itu masih lebih baik dibanding diurut," jelasnya.
Adapun dokter melarang bagian cedera diurut berat, untuk mencegah terjadinya inflamasi atau peradangan di dalam aliran darah lebih lanjut, sehingga luka di persendian semakin parah, dan semakin lama bisa sembuh.
"Ditakutkan bahwa jika diurut semakin menambah tingkat inflamasi, tambah bengkak, tambah radang, merah ataupun panas. Nah, itu tanda tanda radang," jelas dr. Aldico.
Berikut ini penanganan dan pertolongan pertama cedera olahraga yang perlu diperhatikan:
1. No Harm yakni No Heat atau jangan dikompres panas.
2. No Alcohol, yakni jangan mengkonsumsi alkohol.
3. No Run, yakni jangan melakukan latihan atau olahraga pada bagian tubuh yang cedera.
4. NO Massage, yakni jangan melakukan pemijatan pada area yang cedera.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun