Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Megawati Singgung Kulit Hitam Papua, Ini Tanggapan OPM
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM merespon pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyinggung percampuran budaya antara orang Papua dan suku lain di Indonesia sebagai bentuk kebhinekaan.
Juru Bicara OPM, Sebby Sambom mengatakan, pernyataan Megawati tidak termasuk dalam unsur rasisme sebab sebagai seorang politisi tentu Megawati menginginkan Indonesia yang bersatu.
Dia memandang, istilah kopi susu yang digunakan Megawati bertujuan untuk pencampuran budaya agar menjadi satu Indonesia, misalnya presiden Jawa dan wakilnya dari Sulawesi, sehingga tidak melulu pemimpin harus dari suku Jawa.
"Jadi sebenarnya Megawati itu nasional maksud dia bagus hanya orang-orang mempolitisir pembicaraan itu, tapi saya pikir itu bukan unsur rasis, kan dia bilang kopi susu, artinya presiden susu wakilnya kopi, yang kami lihat maksud megawati itu seperti itu," kata Sebby Sambom saat dihubungi Suara.com, Jumat (24/6/2022).
Sebby menegaskan, OPM tidak mau ikut campur dengan urusan politik dalam negeri Indonesia, sebab tujuan mereka hanya memperjuangkan kemerdekaan rakyat Papua, namun dia menyinggung usia Presiden RI kelima ini yang sudah lansia sehingga jika bicara sembarangan.
"Hanya kasihan ya, dia sudah nenek itu punya cucu banyak, sudah nenek daya pikir menurun jadi bicara sembarang, kami tidak punya kepentingan dengan politik praktis Jakarta Indonesia," tutur Sebby.
Diketahui, dalam Rakernas PDIP, Megawati sempat berbicara mengenai warna kulit warga Papua yang gelap dan menyindir salah satu kadernya dengan mengucapkan warna kulitnya 'kopi susu'.
"Papua itukan hitam-hitam ya. Tapi maksud saya begini, waktu permulaan saya ke Papua, saya pun mikir 'lah kok aku sendiri ya'. Makanya kemaren saya bergurau dengan Pak Wempi. Kalau dengan Pak Wempi deket, nah itu dia Kopi Susu," ujar Megawati yang disambut tawa yang lain.
Ujaran yang disampaikan Megawati tersebut awalnya bertujuan menyampaikan keragaman ras di Indonesia namun disampaikan dengan menambahkan berbagai guyonan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun