Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Pesawat Jokowi Berputar 360 Derajat, Ini Penjelasan Garuda
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memastikan pesawat Garuda Indonesia GIA-1 yang membawa Presiden Joko Widodo dalam keadaan aman meskipun berputar 360 derajat. Irfan membantah hal tersebut terjadi karena ada gangguan keamanan. Dia berkata tak ada hal yang perlu dikhawatirkan.
"Enggaklah (terkait masalah keamanan). Aman kok. Don't worry," kata Irfan melalui pesan singkat.
Dia menyampaikan pesawat berputar 360 derajat untuk menunggu giliran mendarat. Irfan menyampaikan ada antrean kedatangan para delegasi yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
"Membuat orbit/holding untuk menyesuaikan waktu ketibaan di Munich agar tidak bersamaan dengan delegasi yang lain," ucap Irfan.
Sementara itu, pihak istana tidak memberi keterangan resmi mengenai hal ini.
Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Mayjen Tri Budi Utomo enggan menanggapi hal itu.
"Sementara semua akan disampaikan melalui media resmi istana," ucapnya.
CNNIndonesia.com menghubungi Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin. Namun, keduanya tak merespons upaya CNNIndonesia.com memverifikasi kabar tersebut.
Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia GIA-1 yang membawa Presiden Joko Widodo terlihat berputar 360 derajat. Hal itu terjadi tak lama setelah pesawat memasuki wilayah Turki, pukul 12.46 UTC atau 19.46 WIB.
Jokowi bertolak dari Jakarta menuju Berlin, Jerman pada Minggu (26/6). Ia akan menghadiri KTT G7. Setelah itu, ia akan menjalani misi perdamaian dengan berkunjung ke Ukraina dan Rusia.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun