Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Kendala Perangkat Lunak, NASA Tunda Misi ke Asteroid Psyche
BERITABALI.COM, DUNIA.
NASA terpaksa harus menunda misi terbaru yang menargetkan asteroid Psyche hingga setidaknya paling cepat tahun depan. Misi Psyche seharusnya diluncurkan pada Agustus 2022 dengan menggunakan roket Falcon Heavy milik SpaceX.
Sayang, terjadi kesalahan perangkat lunak pada Mei yang menyebabkan penundaan peluncuran hingga setidaknya September. Pengumuman terbaru, NASA telah kehabisan waktu untuk mengikuti jendela peluncuran yang berakhir pada 11 Oktober 2022.
"Kami telah kehabisan waktu untuk kesempatan peluncuran pada 2022. Ini adalah tantangan dengan perangkat lunak, navigasi, dan sistem kontrol," kata Dr. Laurie Leshin, direktur Jet Propulsion Laboratory NASA, dikutip dari Cnet, Senin (27/6/2022).
Perangkat lunak tersebut selesai beberapa bulan terlambat dan para peneliti utama untuk misi Psyche mengatakan, ada tantangan lain dalam menyiapkan lingkungan pengujian kompleks yang diperlukan untuk memvalidasinya.
Dengan ditundanya misi, artinya peluncuran misi Psyche tidak akan terjadi hingga 2023 atau 2024 dan pesawat luar angkasa tidak akan tiba di asteroid Psyche hingga 2029 atau 2030.
Untuk bisa mencapai asteroid Psyche yang kaya logam, para ilmuwan harus menyamakan jalur peluncuran karena menggunakan bantuan gravitasi Mars. Oleh karena itu, NASA menganggap keputusan penundaan adalah hal yang tepat.
Tujuan misi ini menargetkan asteroid yang secara resmi bernama 16 Psyche. Batuan itu memiliki komposisi logam yang sangat tinggi sehingga beberapa ahli berspekulasi bahwa itu sebenarnya adalah inti dari sebuah planet kuno.
Harapannya, ekspedisi tersebut dapat memberikan wawasan tentang detail objek dan asal-usul Psyche.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun