Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Wagub Ungkap Komitmen Bali Terhadap Mitigasi Perubahan Iklim
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima Kunjungan Resmi Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Aksi Iklim Internasional Republik Federal Jerman, membahas kerjasama bilateral tentang perlindungan iklim nasional, global, dan transisi energi pada Jumat, 8 Juli 2022 bertempat di Intercontinental Hotel-Sanur.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Jerman Ina Lepel secara singkat membuka dialog tersebut dengan membahas bagaimana komitmen Bali terhadap mitigasi perubahan iklim, khususnya terkait transisi energi baru dan terbarukan atau (EBT).
Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa perkembangan pembangunan di Bali khususnya di bidang pariwisata membawa dampak yang sangat penting terhadap kelangsungan dan kelestarian lingkungan hidup di Provinsi Bali. Masalah-masalah lingkungan khususnya isu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah, limbah cair, pencemaran sungai, danau, laut, serta pencemaran udara mengakibatkan kualitas lingkungan hidup semakin menurun.
Baca juga:
NTB Jadi Pusat Data Iklim Terbesar di ASEAN
Pemerintah Provinsi Bali memiliki visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang dilaksanakan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi, perlu keterlibatan langsung dan peran aktif pemerintah, swasta, dan juga masyarakat serta diharapkan menjadi momentum kita sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan.
Sad Kertih merupakan nilai-nilai kearifan lokal Bali dalam mengatur tata cara kehidupan yang mengait dan menyatu dengan alam secara sakala-niskala. Sad Kertih adalah 6 (enam) sumber kesejahteraan/kebahagiaan kehidupan manusia/ Krama Bali yang terdiri dari: Atma Kertih (penyucian jiwa), Segara Kertih (penyucian laut), Danu Kertih (penyucian sumber air), Wana Kertih (penyucian tumbuh-tumbuhan), Jana Kertih (penyucian manusia), dan Jagat Kertih (penyucian alam semesta beserta isinya).
Lebih lanjut, Wagub Cok Ace menyampaikan bahwa perubahan Iklim merupakan isu penting yang harus disadari oleh masyarakat di seluruh dunia. Penyebab utama perubahan iklim berasal dari aktivitas manusia terutama hasil pembakaran bahan bakar fosil serta peningkatan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer diantaranya karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O).
Berbagai dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim diantaranya: peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut, cuaca ekstrem, terjadinya banjir dan bencana alam, kebakaran hutan, meningkatnya wabah penyakit, dan dampak-dampak lingkungan lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 577 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan