Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Pertemuan G20 Bali Angkat Isu Ketahanan Pangan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) memastikan, Indonesia akan menambah pembahasan mengenai isu global terkini yakni food security atau keamanan pangan pada Presidensi G20. Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) Kementerian Keuangan, yang juga terlibat dalam penyusunan agenda Presindensi G20, Dian Lestari mengungkapkan bahwa otoritas hanya memperkirakan persoalan ekonomi global hanya bersumber dari pandemi Covid-19.
Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, kemudian muncul adanya konflik geopolitik Rusia dan Ukraina yang juga saat ini telah mengganggu aktivitas ekonomi dunia.
"Perang Rusia dan Ukraina membawa krisis baru, krisis pangan dan energi yang juga berimplikasi pada krisis keuangan," jelas Dian dalam Taklimat Media di Bali Nusa Dua Convention Centre, Selasa (13/7/2022).
"Maka, kami di G20 sebagai forum yang melakukan kerjasama ekonomi untuk mengaddress persoalan-persoalan ekonomi, kita merespon situasi sekarang dengan menaruh perhatian khusus pada isu food security," kata Dian melanjutkan.
Dian menjelaskan food security menjadi salah satu agenda baru yang akan dibahas dalam sebuah seminar side event Presidensi G20 bertajuk 'Promoting Global Collaboration Food Security'.
"Ini masih tahapan awal dan bukan sesuatu yang kita rencanakan di awal," jelas Dian.
Sebagai respon dinamika kondisi global saat ini, pada tahapan awal ini, Indonesia berharap akan mendapatkan masukan atau persepsi dari berbagai negara anggota G20 tentang berbagai tantangan yang dihadapi.
Pasalnya setiap tantangan berbagai negara karena adanya perang Rusia dan Ukraina ini pasti akan berbeda.
"Apakah itu semata-mata hanya masalah produksi, masalah gangguan rantai pasok karena perang Ukraina dan Rusia yang merupakan produsen utama gandum dan produk turunannya."
"Atau apakah karena ada isu perdagangan-perdagangan di negara eksportir komoditas pangan yang berusaha menahan berbagai komoditas yang lebih diutamakan," kata Dian melanjutkan.
Tambahan agenda food security ini juga untuk memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan oleh negara-negara yang sudah akan memasuki masa tanam, termasuk Indonesia.
Seperti diketahui, perang Rusia-Ukraina membuat bahan baku pupuk langka dan harga pupuk kian melonjak. Para produsen di Indonesia pun berupaya dalam memastikan pasokan bahan baku aman, mengingat permintaan pupuk terus meningkat.
"Ini adalah tahapan baru untuk menyamakan persepsinya. Ini persoalan utamanya dan yang lebih penting lagi, apa yang bisa dilakukan oleh forum menteri keuangan dan gubernur bank sentral, untuk bisa betul-betul berkontribusi memainkan perannya dalam mencapai berbagai solusi dalam mengatasi isu global," jelas Dian.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 527 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 410 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 404 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik